Pengaruh penambahan kayu manis (cinnamomum burmannii) pada teh bunga telang (Clitoria ternatea) terhadap karakteristik kimia dan organoleptik
DOI:
https://doi.org/10.30587/jfspt.v4i1.11660Keywords:
Bunga telang, Kadar air, Kadar Abu, OrganoleptikAbstract
Clitoria ternatea atau bunga telang merupakan tanaman herbal penghasil pigmen antosianin tinggi beserta sejumlah senyawa bioaktif lain yang membuka peluang pengembangannya sebagai komponen minuman fungsional. Kajian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi kayu manis terhadap mutu fisikokimia dan daya terima sensoris teh celup bunga telang. Rancangan percobaan yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, dengan lima proporsi bunga telang (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) masing-masing diulang tiga kali. Pengolahan data dilakukan melalui analisis ragam yang dilanjutkan uji beda nyata Duncan pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa variasi proporsi bunga telang berdampak nyata pada kandungan air produk (p<0,05), dengan kisaran 12,39% hingga 14,83%. Kandungan abu tidak menunjukkan respons yang signifikan terhadap perlakuan (p>0,05), dengan rentang nilai 4,21% sampai 4,47%, seluruhnya memenuhi ketentuan SNI 3836:2013. Evaluasi sensoris terhadap atribut warna, aroma, dan rasa juga tidak menghasilkan perbedaan yang bermakna antarperlakuan (p>0,05), dengan skor hedonik yang relatif setara di antara formula-formula yang diuji. Secara menyeluruh, formulasi TE 4 dengan proporsi 75% bunga telang dipandang sebagai pilihan terbaik karena menghasilkan kadar air paling rendah yang berpotensi meningkatkan ketahanan simpan, kandungan abu yang konsisten, serta penilaian warna yang paling positif dari seluruh perlakuan.
Downloads
References
Ariyani, I. D. (2017). Gambaran air perasan jeruk lemon (Citrus limon (L.) Brum. f.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus (Skripsi). SKITES Insan Cendekia Medika Jombang.
Assidiqi, l. L., Nurfadhilah, L., Fadilah, N. A., Puspita, S. D., & Widyawati, L. (2025). Artikel review: Pengaruh variasi suhu dan lama penyangraiaan terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik pada biji kopi arabika. Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT)
Fikriyah, Y. U., & Nasution, R. S. (2021). Analisis Kadar Air dan Kadar Abu Pada Teh Hitam yang Dijual di Pasaran Dengan Menggunakan Metode Gravimetri. Amina, 3(2), 50-54.
Hasanah, M., Rahmawati, D., & Lestari, P. (2023). Potensi Bunga Telang (Clitoria ternatea) sebagai Bahan Pangan Fungsional: Tinjauan Sifat Organoleptik dan Bioaktif. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 22(1), 45–54.
Indahsari, F. N., Nasrullah, F. H., Wibowo, T. R., Achmad, A. A., Budiandari, R. U., & Nurbaya, S. R. (2025). Karakteristik organoleptik cookies ubi jalar ungu menggunakan metode uji ranking. Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT), 2(2), 156-162.
Jeyaraj, E. J., Lim, Y. Y., & Chye, F. Y. (2022). Antioxidant and antibacterial activities of Clitoria ternatea flower extracts. Journal of Food Science and Technology, 59(5), 1805–1814.
Khoo, H. E., Azlan, A., Tang, S. T., & Lim, S. M. (2021). Anthocyanidins and anthocyanins: Colored pigments as food, pharmaceutical ingredients, and the potential health benefits. Food & Nutrition Research, 65, 1–21.
Lamadjido, S. R., Umrah, U., & Jamaluddin, J. (2019). Formulasi dan analisis nilai gizi bakso kotak dari jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy), 5(2), 166-174.
Murhardi, M., Erika, S., Nur, M., & Rizal, S. (2023). Pengaruh penambahan daun mint ( Mantha piperita L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana ) terhadap karakteristik sensoris teh celup daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 2(2), 264-271.
Nahroni, A. T., Haryuni, N., & Alam, Y. (2023). Pengaruh Waktu Sangrai Terhadap Kadar Air, Konsentrasi Aflatoksin Dan Kualitas Fisik Jagung Untuk Pekan Ternak. Journal of Science Nusantara, 3(3), 91-997.
Rosyidah, D., Prayitno, S. A., & Rahma, A. (2024). Kualitas sensorik dan kimia minuman fungsional berbasis daun melinjo dengan penambahan daun mint dan lemon. Journal of Safety and Processing Technology (JFSPT), 2(1), 92-?.
Nintiyas, R., dkk. (2023). Pengaruh lama pemanasan terhadap kandungan vitamin C dan kualitas sari lemon. Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, 2(1), 30–36.
Pratama, B. Y., & Sari, R. N. (2022). Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Teh Herbal Campuran Bunga Telang dan Jahe. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 10(2), 88–97.
Prisdiany, Y., Puspitasari, l. M., Putriana, N. A., & Syamsunarno, M. R. A. A. (2021). Potensi tanaman herbal antidiabetes untuk minuman obat; Sebuah literature review. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 10(2), 150-165.
Puspita, D., Rahardjo, M., & Kirana, S. F. (2021). Formulasi food bar dari kacang lokal Pulau Timor sebagai pangan darurat. Science Technology and Management journal, 1(2), 47-55.
Putri, D. A., Sari, M., & Nugroho, A. (2022). Pengaruh kadar air terhadap stabilitas produk pangan kering. Jurnal Teknologi Pangan, 16(2), 85–92.
Santos, D. T., Veggi, P. C., & Meireles, M. A. A. (2021). Extraction of antioxidant compounds from plant materials. Journal of Food Engineering, 300, 110–120.
Sinulingga, S. E., Sebayang, L. B., & Sihotang, S. (2021). Inovasi pembuatan teh herbal dari jantung pisang dengan tambahan daun stevia sebagai pemanis alami. Jurnal Bios Logos, 11(2), 147-154.
Siti Fauziyah, A., Nurhidajah, & Yhulia Praptiningsih. (2021). Pengaruh Perbandingan Bunga Telang dan Daun Stevia terhadap Karakteristik Minuman Teh Bunga Telang. Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian, 5(2), 112–121.
Widowati, A. N. A. (2022). Pengaruh Penambahan Kulit Buah Lemon (Citrus limon (L.)) terhadap karakteristik organoleptik dan kandungan vitamin C. Jurnal Teknologi Pangan, 6(1), 30–39.
Wilanda, S., Yessirita, N., & Budaraga, I. K. (2021). Kajian Mutu Dan Aktivitas Antioksidan Teh Kulit Kopi (Coffea canephora) Dengan Penambahan Daun Mint (Mantha piperita L). Jurnal Research Ilmu Pertaanian, 1(1), 76-83








