Pengaruh PenambahanTepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Tingkat Kesukaan Panelis Terhadap Cookies Sorgum

Authors

  • Eka sabela Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • rahmah utami budiandari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Rima azara Univesitas Muhammadiyah Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.30587/jfspt.v3i1.9591

Keywords:

sorgum, kelor, cookies, organoleptik

Abstract

Sorgum merupakan salah satu komoditas pangan lokal Indonesia, dengan berbagai kandungan yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Tepung sorgum memiliki banyak kelebihan dibandingkan tepung terigu. Kelor menjadi salah satu tumbuhan superfood yang kaya manfaat bagi tubuh, pada penelitian ini menggunakan bahan baku utama tepung sorgum dengan penambahan tepung daun kelor. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengatahui pengaruh penambahan konsentrasi tepung kelor terhadap tingkat kesukaan panelis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor, yaitu perbedaan konsentrasi tepung kelor yang ditambahkan K0 (kontrol), K1 (kelor 2%), K2 (kelor 4%), K3 (kelor 6%), K4 (kelor 8%), K5 (kelor 10%), dan K6 (kelor 12%).  Penelitian dilakukan dengan uji organoleptik hedonic, data yang diperoleh dilakukan uji friedman. Berdasakan hasil kesukaan panelis pada penambahan 2 % tepung kelor diperoleh nilai rerata organoleptik warna 3,60, rasa 3,90, aroma 3,46, dan tekstur 4,20

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azzahra, A., & Suryaalamsah, I. I. (2024). Formulasi Cookies Sumber Zat Besi dengan Penambahan Tepung Daun Kelor dan Tepung Sorgum sebagai Kudapan Alternatif Pencegah Anemia Remaja Putri. 5(1), 1–12. https://doi.org/10.24853/mjnf.5.1.1-12
Badan Pusat Statistika. (2024). Data Komoditas Impor Pangan di Indonesia. BPS.
Budiandari, R. U., Azizah, I. N., & Nurbaya, S. R. (2024). Karakteristik Organoleptik Minuman Buah Naga merah (Hylocereus polyrhizus) Metode Osmosis. Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT), 1(2), 51. https://doi.org/10.30587/jfspt.v1i2.7071
Desi, D. U., & Azara, R. (2021). The Effect of Moringa Oliefera (Moringa Oliefera) Leaf Flour Concentration and Duration of Steaming on the Characteristics of Instant Noodles. Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technology, 2(01), 1–8. https://doi.org/10.21070/jtfat.v2i01.1537
Dewi, S., Nurhaeda, Rasbawati, & Fitriani. (2019). Uji Organoleptik Dan Tingkat Kesukaan Nugget Ayam Broiler Dengan Penambahn Susu Bubuk Skim Pada Level Yang Berbeda. 2, 26–27.
Hastuti, S., Suryawati, S., & Maflahah, I. (2015). Pengujian sensoris nugget ayam fortifikasi daun kelor. 9(1), 71–75.
Karani, A. R. R., & Oktafa, H. (2021). Kajian Pembuatan Cookies dengan Penambahan Tepung Daun Kelor dan Biji Wijen untuk Mencegah Anemia. HARENA: Jurnal Gizi, 1(3), 118–127.
Massytah, H. A., Ekawati, I. G. A., & Wisaniyasa, N. W. (2019). Perbandingan Mocaf Dengan Tepung Kacang Merah Dalam Pembuatan Brownis Kukus Gluten Free Casein Free (GFCF). Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (ITEPA). https://api.semanticscholar.org/CorpusID:241968979
Przybylska-Balcerek, A., Frankowski, J., & Stuper-Szablewska, K. (2018). Bioactive compounds in sorghum. European Food Research and Technology, 245, 1075–1080. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:92431783
Putri, A., Ardian, J., & Jauhari, M. T. (2022). Studi Pembuatan Cookies Dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Tepung Biji Kacang Hijau (Vigna Radiata). Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan, 3(1), 1–7. https://doi.org/10.30812/nutriology.v3i1.1929
Rahmawati, Y. D., & Wahyani, A. D. (2021). Sifat Kimia Cookies dengan Substitusi Tepung Sorgum. Jurnal Teknologi Agro-Industri, 8(1), 42–54. https://doi.org/10.34128/jtai.v8i1.135
Ratnavathi, C. V, & Komala, V. V. (2016). Chapter 1 - Sorghum Grain Quality. In C. V Ratnavathi, J. V Patil, & U. D. Chavan (Eds.), Sorghum Biochemistry (pp. 1–61). Academic Press. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/B978-0-12-803157-5.00001-0
Rauf, R. (2015). Kimia Pangan. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Risti, Y., & Rahayuni, A. (2013). Pengaruh Penambahan Telur Terhadap Kadar Protein, Serat, Tingkat Kekenyalan Dan Penerimaan Mie Basah Bebas Gluten Berbahan Baku Tepung Komposit. (Tepung Komposit : Tepung Mocaf, Tapioka Dan Maizena). Journal of Nutrition College, 2(4), 696–703. https://doi.org/10.14710/jnc.v2i4.3833
Rosydah, D., Prayitno, S. A., & Rahma, A. (2024). Uji Hedonik Kualitas Minuman Teh Fungsional dari Proporsi Daun Mint dan Daun Melinjo serta Lemon Kering. Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT), 1(2), 73. https://doi.org/10.30587/jfspt.v1i2.7449
Rosyidah, A. Z., & Ismawati, R. (2016). Studi Tentang Tingkat Kesukaan Respon Terhadap penganekaragaman Lauk Pauk Dari Daun Kelor ( Moringa oleivera ). 5(1), 17–22.
Rufaindah, E., & Pateman. (2025). Uji organoleptik dan kandungan gizi kue nastar kelor pencegah anemi ibu hamil berbasis kearifan lokal. 9(3), 921–925.
Sachlan, P. A. A. U., Mandey, L. C., & Lang, T. M. (2019). Sifat Organoleptik Permen Jelly Mangga Kuini (Mangifera odorata Griff) Dengan Variasi Konsentrasi Sirup Glukosa Dan Gelatin. Jurnal Teknologi Pertanian, 10, 113–118. https://doi.org/10.16285/j.rsm.2007.10.006
Sari, R. P., & Ulilalbab, A. (2020). Pengaruh Proporsi Daun Kelor terhadap Daya Terima Siomay Ayam. Journal of Tropical Food and Agroindustrial Technology, 01(01), 29–36. https://doi.org/10.21070/jtfat.v1i01.516
Setyawati, E., Nurasmi, N., & Irnawati, I. (2021). Studi Analisis Zat Gizi Biskuit Fungsional Subtitusi Tepung Kelor dan Tepung Ikan Gabus. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(1), 94–104. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i1.516
Sholikhah, A. R., & Rahayuningsih, H. M. (2015). Kandunga Flavonoid, Total Fenol, Dan Aantioksidan Snack Bar Sorgum Sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Journal of Nutrition College, 4(2), 526–569.
Sukarminah, E., Wulandari, E., & Lembong, E. (2017). Tepung Sorgum Sebagai Pangan Fungsional Produk Sinbiotik. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(5), 329–331.
Susanty, Yudistirani, S. A., & Islam, M. B. (2019). Metode Ekstraksi untuk Perolehan Kandungan Flavonoid Tertinggi dari Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam). Konversi, 8(2), 31–36.
Tjong, A., Assa, Y. A., & Purwanto, D. S. (2021). Kandungan Antioksidan Pada Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Potensi Sebagai Penurun Kadar Kolesterol Darah. Jurnal E-Biomedik, 9(2), 248–254. https://doi.org/10.35790/ebm.v9i2.33452
Violita, Lady, Purba, R., Emilia, E., Damanik, M., & Juliarti, J. (2021). Uji Organoleptik Dan Analisis Kandungan Gizi Cookies Subtitusi Tepung Biji Alpukat. Jurnal Gizi Dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary), 1(2), 1. https://doi.org/10.24114/jnc.v1i2.26854
Wulandari, F. (2016). Analisis Kandungan Gizi, Nilai Energi, Dan Uji Organoleptik Cookies Tepung Beras Dengan Substitusi Tepung Sukun. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(3), 107–112. https://doi.org/10.17728/jatp.183

Downloads

Published

2025-10-03

How to Cite

Eka sabela, budiandari, rahmah utami, & azara, R. (2025). Pengaruh PenambahanTepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Tingkat Kesukaan Panelis Terhadap Cookies Sorgum. Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT), 3(1), 182–189. https://doi.org/10.30587/jfspt.v3i1.9591

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.