Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Peserta Didik Ditinjau dari Gaya Belajar pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
DOI:
https://doi.org/10.30587/postulat.v6i2.11123Keywords:
Mathematical Reflective Thinking Skills, Learning Styles, Problem Based Learning, PBL; Problem Based Learning; Hasil belajar; Sukubanyak., Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis, Gaya BelajarAbstract
Abstract
This study aims to describe students’ mathematical reflective thinking skills viewed from visual, auditory, and kinesthetic learning styles through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model. This research employed a qualitative approach. The subjects of this study were seventh-grade students of UPT SMP Negeri 7 Gresik. The research instrument used was a mathematical reflective thinking ability test designed based on reflective thinking indicators. The results of the study indicate that students’ mathematical reflective thinking skills vary according to their learning styles. Students with an auditory learning style obtained the highest average score of mathematical problem-solving ability at 54.9%, followed by students with a visual learning style with an average score of 50.4%. Meanwhile, students with a kinesthetic learning style showed the lowest average score at 45.5%. Based on these findings, it can be concluded that the mathematical problem-solving ability of seventh-grade students at UPT SMP Negeri 7 Gresik is still categorized as low, with nearly 85% of students not achieving the school’s Minimum Mastery Criteria (KKM) of 75. Therefore, efforts are needed to improve students’ mathematical reflective thinking skills through the application of learning models that accommodate students’ learning style characteristics.
Keywords: Mathematical Reflective Thingking Skills, Learning Styles, Problem Based Learning (PBL).
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis peserta didik ditinjau dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII di UPT SMP Negeri 7 Gresik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan berpikir reflektif matematis yang disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif matematis peserta didik berbeda berdasarkan gaya belajar yang dimiliki. Peserta didik dengan gaya belajar auditori memiliki nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 54,9%, peserta didik dengan gaya belajar visual memperoleh nilai rata-rata sebesar 50,4%, sedangkan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik memiliki nilai rata-rata terendah yaitu sebesar 45,5%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas VII di UPT SMP Negeri 7 Gresik masih tergolong rendah, dengan hampir 85% peserta didik belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah yaitu 75. Dengan demikian, diperlukan upaya peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis peserta didik melalui penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik gaya belajar peserta didik.
Kata kunci: Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis, Gaya Belajar, Problem Based Learning (PBL).
References
Alma, B. (2008). Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Arends, R. (2008). Learning to Teach . New York: McGraw Hill Company.
Dea, K. (2012). "Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif". Bandung: FPMIPA UPI.
Deporter, B. &. (2013). Quantum Learning. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Hermawan, S. E., Zawawi, I., & Khikmiyah, F. (2024). Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa SMK Ditinjau Dari Kecemasan Matematis. Postulat : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika,5(2), 144–153.https://doi.org/10.30587/postulat.v5i2.9000
Karnia, D. (2012). Penerapan Model Pembelajaran BerbasisMasalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif. Bandung: FPMIPA UPI.
Made, N. (2008). Penerapan Model Pembelajaran Bsae Learning Untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Teori Akutansi Peserta didik Jurusan Ekonomi Undiksha. 74-84: Laporan penelitian.
Mentari, N., Nindiasari, H., & Pamungkas, A. S. (2018). Analisis Kemampuan Berpikir Reflektif Peserta didik SMP Berdasarkan Gaya Belajar. Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 69-98.
Nindiasari, H. N. (2016). Pengembangan Bahan Ajar Untuk Meningkatkan Tahapan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika, 9(1), 109 - 115.
Ningsih, E. F. (2017). Proses Berpikir Mahapeserta didik Dalam Pemecahan Masalah Aplikasi Integral Ditinjau Dari Kecemasan Belajar Matematika (Math Anxiety). Iqra’: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, 1(2), 191–217.
Nisa, L. (2013). Analisis Kemampuan Berfikir Reflektif Peserta didik Dalam Memecahkan Masalah Berbentuk Semantik, dan Simbolik. Surabaya: Skripsi beluk dipublikasikan.
Noer. (2010). Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis, Kreatif, Reflektif (K2R) Matematis Peserta didik Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Bandung: FPMIPA UPI.
Praktikno, E. B. (2016). Analisis Kemampuan Berpikir Reflektif Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Sub pokok Bahasan Persamaan Linier Dua Variable peserta didik Kelas X Pembangkit Listrik SMK Negeri 2 Jember. Jember : FPMIPA UNEJ: Skripsi belum dipublikasikan.
Riyanto, Y. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
Robbins, S. P. (2000). Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.
Sanjaya, W. (2008). Stategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan . Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Suharna, H. (2013). Berfikir Reflektif Mahapeserta didik dalam Menyelesaikan Masalah Matematik. Jurnal KNPM V. Himpunan Matematika Indonesia.
Susanti, D., Edy, S., & Huda, S. (2024). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual : Tinjauan Self Efficacy. Postulat : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika, 5(1), 30–39.https://doi.org/10.30587/postulat.v5i1.8173
Sumarno. (2010). Berpikir dan Diposisi Matematik : Apa, Mengapa, Dan Bagaimana Dikembangkan Pada Peserta Didik. Bandung: FPMIPA UPI.
Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inofatif-Progresif. Jakarta: Kencana Penada Media Grup.
Uno, H. B. (2008). Orientasi Baru Dalam Strategi Pembe;lajaran. Jakarta: L Bumi Aksa.
Widiawati, R. (2016). Kemampuan Berpikir Reflektif Peserta didik Dalam Memecahkan Masalah Matematika Pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variable (SPLDV) Berdasarkan Gender Kelas VIII Di Mts Negri Tanjunganom. Artikel Skripsi Universutas Nusantara PGRI Kediri.
Wina, M. (2009). Strategi Pembelajaran Inovatif Konteporer. Jakarta: Bumi Aksara.
Zulmaulida, R. (2012). Pengaruh Pembelajaran Dengan Pendekatan Proses Berpikir Reflektif Terhadap Peningkatan Kemampuan Koneksi Dan Berpikir Kritis Matematis Peserta didik. Bandung : FPMIPA UPI.









