Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Tipe HOTS (High Order Thinking Skill) Ditinjau dari Kemandirian Belajar
DOI:
https://doi.org/10.30587/postulat.v6i2.10857Keywords:
Kemampuan Berpikir Kreatif, Menyelesaikan Masalah, HOTS, Kemandirian Belajar, Creative Thinking Skills, Problem Solving, Self Regulated LearningAbstract
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika tipe HOTS (High Order Thinking Skill) ditinjau dari kemandirian belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 di SMP Al Fithrah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, tes, dan wawancara. Metode angket digunakan untuk mengelompokkan kemandirian belajar siswa. Metode tes digunakan untuk mendapatkan data kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika tipe HOTS (High Order Thinking Skill). Sedangkan, wawancara digunakan sebagai informasi tambahan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika tipe HOTS (High Order Thinking Skill). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi rata-rata mempunyai kemampuan berpikir kreatif dengan kriteria cukup kreatif (66,67%). Sedangkan siswa yang memiliki kemandirian belajar sedang rata-rata mempunyai kemampuan berpikir kreatif dengan kriteria cukup kreatif (57,81%). Dan siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah mempunyai rata-rata kemampuan berpikir kreatif dengan kriteria kurang kreatif (22,92%).
Downloads
References
Ahmadi, Abu. (2013). Psikologi Belajar. Rineka Cipta.
Arikunto. (2015). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Djauhari, R Ach. (2015). Analisis Buku Siswa Matematika SMP Ruang Lingkup Statistika dengan Kesesuaian Unsur-Unsur Karateristik Berpikir Kreatif. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY.
Faelasofi, Rahma. (2017). Identifikasi Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Pokok Bahasan Peluang. Jurnal Edumath. 3(2). Hal 155-163. https://doi.org/10.52657/je.v3i2.460
Hendriana, H & Soemarmo, U. (2014). Penilaian Pembelajaran Matematika. Refika Aditama.
Hendriana, Heris., Roehati, Euis Eti., & Sumarmo U. (2021). HARD SKILLS dan SOFT SKILLS MATEMATIK SISWA. PT. Refika Aditama.
Hudojo, Herman. 1998. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
King, L. A. (2016). Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif. Salemba Humanika.
Lailiyyah, Syafiatul. (2023). Analisis Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Ditinjau dari Self-Directed Learning. Postulat: Jurnal Invoasi Pendidikan Matematika. 4 (1). Hal 1-20. https://doi,org/10.30587/postulat.v4i1.6023
Munandar, U. (2014). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Rineka Cipta.
Nugrahwaty. (2013). Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Berdasarkan Kemampuan Matematis. Jurnal Matematika. 3.
Nugroho, R Arifin. (2018). HOTS (Kemampuan Berpikir Tinggi: Konsep, Pembelajaran, Penilaian, Dan Soal-Soal). PT.Gramedia.
Permana, Y dan Soemarmo, U. 2007. Mengembangkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa SMA Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Educational. 1 (2). Hal 116-123.
Permendiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta: Permendiknas.
Purwaningrum, Jayanti Putri. (2016). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Discovery Learning Berbasis Scientific Approach. Jurnal Refleksi Edukatika. 6(2). https://doi.org/10.24176/re.v6i2.613
Rasnawati, Ai. (2019). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMK Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Di Kota Cimahi. Jurnal Cendikia: Jurnal Pendidikan Matematika. 3(1). Hal 164-177. https://doi.org/10.31004/cendekia.v3i1.87
Rosana. (2019). Belajar Menulis PTK. Uwais Inspirasi Indonesia.
Supriani, Y. (2017). Menumbuhkan Kemandirian Belajar Matematika Siswa Berbantuan Quipper School. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika. 1 (2). Hal 210-220. https://doi.org/10.26877/jipmat.v1i2.1248
Wati, Sarina. (2020). Pengaruh Komunikasi Matematika Terhadap Koneksi Matematika, Kemandirian Belajar, dan Berpikir Kreatif. Postulat: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika. 1 (1). Hal 35-44. http://dx.doi.org/10.30587/postulat.v1i1.1684
Zamnah, Lala Naila. (2012). Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self Regulated Learning Melalui Pendekatan Problem-Centered Learning Dengan Hand-On Activity. UPI. http://repository.upi.edu/id/eprint/9413









