RESILIENSI KELEMBAGAAN PAI DALAM MENGHADAPI DISRUPSI NILAI DAN MORAL DI ERA DIGITAL
Main Article Content
Abstract
Era digital telah membawa perubahan cepat dalam arus informasi, pola interaksi sosial, dan orientasi moral generasi muda, sehingga lembaga Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi risiko disrupsi nilai dan moral. Sebagai institusi formal, lembaga PAI memiliki potensi strategis untuk berfungsi sebagai benteng nilai-nilai Islam; namun di tengah krisis moral digital, kapasitas lembaga-lembaga ini untuk bertahan dan beradaptasi (resilience) menjadi aspek penting yang perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi kelembagaan PAI dalam menghadapi disrupsi nilai dan moral di era digital, serta mengidentifikasi strategi kelembagaan yang dapat memperkuat peran mereka sebagai benteng nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada beberapa lembaga PAI di sekolah menengah di Manado, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kelembagaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa resiliensi kelembagaan PAI ditopang oleh tiga pilar utama: komitmen internal terhadap nilai-nilai Islam, kapasitas literasi digital dan etika bermedia, serta jaringan kemitraan eksternal (orang tua, masyarakat, dan media digital). Strategi efektif yang ditemukan meliputi pembaruan kurikulum dan metode pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan literasi digital, pelatihan rutin bagi pendidik PAI terkait etika digital, serta kolaborasi aktif dengan keluarga dan masyarakat untuk membangun ekosistem pendidikan berbasis nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lembaga PAI dapat memperkuat posisinya sebagai benteng nilai-nilai Islam apabila mampu menyeimbangkan nilai tradisional dengan inovasi digital secara berkelanjutan. Implikasinya mencakup perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia, sistem pemantauan nilai, dan kebijakan kelembagaan yang responsif terhadap perkembangan digital
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.