Menjaga Hafalan Alqu’ran Melalui Metode Murajaah Pada Siswa Kelas Tahfizh Di Tingkat Sekolah Dasar
Main Article Content
Abstract
Bagi sebagian orang, menghafal Alquran, atau yang lebih dikenal sebagai tahfizh, adalah tugas yang sulit. Sebagian orang lain pesimis tentang kemampuan untuk menghafal Alquran, terutama bagi orang non-Arab yang bahasa ibu mereka bukan bahasa Arab. Membaca saja sulit, apalagi menghafalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis implementasi menjaga hafalan Alquran melalui murajaah pada siswa kelas tahfizh di tingkat sekolah Dasar, menganalisif faktor pendukung dan penghambat keberhasilan menjaga hafalan Alqur’an tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis field reasearch, peneliti sebagai instrumen kunci dalam mengumpulkan data dan menganalisis data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data meliputi, reduksi, display data dan verifikasi data.Implementasi menjaga hafalan alqu’ran melalui metode murajaah pada siswa kelas tahfizh Di tingkat sekolah dasar di laksanakan setiap hari kecuali hari ahad, waktunya setiap sore menjelang maghrib dan setelah salat. Hasil implementasi menjaga hafalan alqu’ran melalui metode murajaah pada siswa kelas tahfizh Di tingkat sekolah dasar adalah para santri mampu menjaga hafalan Alquran mereka dan meningkatkan ingatan hafalan mereka. Faktor pendukung meliputi: niat dan motivasi diri yangk kuat, penghargan, motivasi orang tua, olah raga dan refreshing, bantuan doa guru dan orang tua. Sedangkan faktor penghambat meliputi: rasa malas siswa, kurang motivasi diri, kurang dukungan orang tua, kurang efektif penggunakan waktu
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.