Upaya Pengembangan Jiwa Agama Anak Usia Pendidikan Dasar Di madrasah
Main Article Content
Abstract
Anak kecil tidak perlu agama formal seperti orang dewasa, anak kecil tidak dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas agama nya. Anak kecil bila bersalah tidak akan dihitung dosa, apalagi sampai dimasukan kedalam neraka, di dunia pun tidak di kenai hukum tertentu mengenai suatu pelanggaran benarkah demikian, hal ini menjadi suatu pertanyaan menarik untuk dibahas lebih mendalam. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Upaya pengembangan jiwa agama anak usia pendidikan dasar di madrasah, juga model sinergi guru dan orang tua dalam mengembangkan jiwa Agama Anak, serta tahapan pengembangan jiwa agama anak usia Pendidikan dasar di madrasah. .Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti sebagai instrument kunci dalam melaksanakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan sejak dilapangan, dan setelah data terkumpul, serta diverifikasi untuk ditarik Kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah upaya pengembangan jiwa agama anak pada tingkat dasar ditanamkan melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan kontekstual. Dalam kurikulum, gunakan pendekatan pembelajaran interaktif dan berbasis pengalaman agama. menggabungkan dukungan keluarga dan sistem pembelajaran sekolah untuk menyamakan persepsi dan tanggung jawab pendampingan di madrasah dan keluarga. Metode pengembangan jiwa agama anak ini menggunakan praktik dan contoh. interaksi edukatif antara guru dan orang tua siswa. model kerja sama yang efektif antara guru, orang tua, dan anak untuk menumbuhkan iman anak. Ada tiga tahap dalam pengembangan jiwa agama anak. Kisah dan cerita yang menyentuh perasaan diberikan pada tahap pertama. Tahap kedua mencakup latihan, keteladanan, dan pembiasaan untuk melaksanakan ritual agama. Tahap terakhir mencakup pengalaman agama yang lebih kompleks melalui aktivitas sosial keagamaan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.