SANAD KEILMUAN DALAM PUSARAN DIGITALISASI PESANTREN DI PONDOK PESANTREN AN-NUQAYAH GULUK-GULUK SUMENEP MADURA

Main Article Content

Miftahol Jannah
Ishomuddin
Khozin

Abstract

Abstrak:


Transformasi digital yang berlangsung di Pesantren An-Nuqayah menunjukkan dinamika penting dalam bagaimana lembaga tradisional Islam merespons perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar keilmuan pesantren. Digitalisasi tidak hanya memengaruhi pola akses terhadap literatur klasik, tetapi juga mengubah mekanisme pembelajaran, pola interaksi guru–santri, serta cara sanad keilmuan didokumentasikan. Dalam konteks tersebut, penelitian ini menelaah bagaimana pesantren menjaga otoritas keilmuan sekaligus beradaptasi dengan arus teknologi yang semakin terbuka. Hasil penelitian mengungkap empat temuan utama. Pertama, dinamika digitalisasi di Pesantren An-Nuqayah terlihat dari meningkatnya penggunaan perangkat digital dan media daring untuk mengakses teks klasik, mengikuti pembelajaran, dan menyebarkan kegiatan dakwah. Namun, pemanfaatan teknologi tetap dikendalikan secara ketat agar tidak menggeser peran kiai sebagai otoritas utama ilmu. Kedua, upaya pelestarian sanad keilmuan di era digital dilakukan melalui peneguhan kembali praktik talaqqi, sorogan, dan bandongan sebagai mekanisme otentik transmisi ilmu, sementara digitalisasi hanya berfungsi sebagai pendukung dokumentasi, bukan sebagai pengganti guru. Ketiga, strategi adaptasi pesantren terhadap digitalisasi diwujudkan melalui pengembangan protokol penggunaan media digital, integrasi literasi digital dalam pembelajaran, serta pengawasan intensif terhadap akses pengetahuan santri agar tidak terlepas dari bimbingan kiai. Keempat, ketahanan sanad dalam arus transformasi digital bergantung pada kemampuan pesantren menjaga keseimbangan antara modernisasi teknologi dan kelestarian etika keilmuan, sehingga sanad tetap terjaga sebagai nilai epistemologis sekaligus identitas keilmuan pesantren. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi di Pesantren An-Nuqayah bukan sekadar perubahan teknologis, tetapi merupakan proses transformasi epistemologis yang menguji sejauh mana pesantren mampu mempertahankan sanad keilmuan sebagai fondasi otoritas dan legitimasi akademiknya.


Kata Kunci: sanad keilmuan, digitalisasi pesantren, transformasi pendidikan

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Jannah, M., Ishomuddin, & Khozin. (2026). SANAD KEILMUAN DALAM PUSARAN DIGITALISASI PESANTREN DI PONDOK PESANTREN AN-NUQAYAH GULUK-GULUK SUMENEP MADURA. Tamaddun, 27(1), 066–078. Retrieved from https://journal.umg.ac.id/index.php/tamaddun/article/view/10915
Section
Articles