GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS GENDING
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS GENDING
DOI:
https://doi.org/10.30587/jphsr.v7i2.12207Keywords:
Hipertensi, Tekanan darah, Faktor risiko, Penyakit kardiovaskular, Pencegahan HipertensiAbstract
Hipertensi adalah salah satu jenis penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama dari angka kesakitan dan kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga disebut sebagai pembunuh diam, tetapi dapat berujung pada komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan pada organ lainnya jika tidak ditangani dengan tepat. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang hipertensi berdasarkan bukti ilmiah terkini, mencakup epidemiologi, prevalensi, definisi, dan klasifikasi, faktor risiko, patofisiologi, komorbiditas, kerusakan pada organ target, cara pengukuran tekanan darah, serta penilaian klinis bagi pasien hipertensi. Diskusi ini disusun berdasarkan tinjauan literatur dari berbagai pedoman internasional dan nasional, serta hasil penelitian yang relevan. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa hipertensi dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik, usia, gaya hidup, obesitas, diabetes, dislipidemia, merokok, stres, dan faktor lingkungan.
Mengikuti aturan minum obat antihipertensi sangat penting untuk mengendalikan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Ketidakpatuhan bisa membuat tekanan darah tidak stabil dan meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana lansia penderita hipertensi mematuhi pengobatan antihipertensi serta memantau tekanan darah mereka, dengan mengambil sampel sebanyak 20 orang di Puskesmas Gending, Kabupaten Gresik.Data yang digunakan berasal dari kuesioner MMAS-8 dan rekam medis tiga bulan terakhir.
Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan responden masih tergolong rendah, hanya 10% yang termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan 40% berada dalam kategori sedang dan 40% lainnya dalam kategori rendah. Seiring dengan itu, 70% dari responden juga memiliki tekanan darah yang belum terkontrol, yaitu 30% berada pada tingkat 1 dan 40% berada pada tingkat 2. Analisis USG menunjukkan bahwa faktor manusia, khususnya rendahnya kesadaran lansia dalam menjaga disiplin minum obat, merupakan penyebab utama. Perlu terus diberikan pengetahuan, keluarga harus terlibat, dan petugas kesehatan harus lebih terawasi agar bisa mengendalikan hipertensi pada orang tua.



