ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN NEEDLE STICK INJURY (NSI) PADA TENAGA KEPERAWATAN MAGANG DI RSUD IBNU SINA
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN NEEDLE STICK INJURY (NSI) PADA TENAGA KEPERAWATAN MAGANG DI RSUD IBNU SINA
Kata Kunci:
Fishbone analysis, Hospital safety, USG method, Nursing interns, Needle stick injuryAbstrak
Cedera akibat tertusuk jarum Needle Stick Injury atau NSI merupakan kecelakaan kerja berisiko tinggi yang sering terjadi dalam layanan rumah sakit serta menimbulkan dampak psikologis dan klinis yang serius akibat potensi penularan penyakit yang ditularkan melalui darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab NSI di kalangan perawat magang di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik pada periode 2026.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan dokumentasi studi yang telah ada serta metode retrospektif. Data diperoleh dari basis data pelaporan kecelakaan kerja yang dikelola oleh Unit K3RS. Sampel penelitian terdiri dari 6 kejadian kasus NSI yang dipilih dari total populasi sebanyak 194 perawat magang pada tahun 2026 dengan periode Bulan Januari-Juni. Analisis data dilakukan menggunakan rumus Incidence Rate, diagram Fishbone, dan matriks prioritas Urgency, Seriousness, Growth (USG).
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada angka kejadian NSI, yaitu meningkat dari 0,85% (5 kasus dari 587 peserta magang) pada tahun 2025 menjadi 3,09% (6 kasus dari 194 peserta magang) hingga Juni 2026. Meskipun seluruh kasus pada tahun 2026 tergolong sebagai paparan tanpa risiko, data tahun 2025 menunjukkan terdapat 2 kasus kritis dengan sumber paparan Hepatitis B positif yang disebabkan oleh jarum insulin dan jarum pengambilan sampel darah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Laboratorium. Berdasarkan analisis prioritas USG, akar penyebab masalah adalah masih diterapkannya praktik re-capping jarum menggunakan dua tangan, rendahnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), serta belum optimalnya program orientasi K3.
Terdapat tren peningkatan yang mengkhawatirkan pada kejadian NSI di kalangan peserta magang, yang sebagian besar dipicu oleh praktik perilaku tidak aman seperti re-capping jarum. Sangat direkomendasikan untuk memperkuat peran pengawasan instruktur klinik (Clinical Instructors/CI), melaksanakan briefing K3 wajib sebelum praktik klinik, memasang media visual edukasi, serta mengoptimalkan tata letak dan ketersediaan safety box untuk benda tajam.