Meningkatkan Bahasa Ekspresif Anak melalui metode Bermain Peran pada Anak Usia 3-4 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.30587/jieec.v8i1.11518Keywords:
Bahasa Ekspresif, Bermain Peran, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan hasil observasi dan wawancara Guru sentra drama diperoleh bahwa di KB Islam Tunas Bakti 4 YPBWI khususnya kelompok Patuh. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan Model Kemmis dan Mc Taggart dalam 2 siklus. Sebanyak 16anak menjadi subyek. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan dokumentasi. Data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles&Huberman dan data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif. Kriteria keberhasilan tindakan sebesar 75%. Perbaikan pembelajaran ditunjukkan sebagai berikut: (1) diskusi pemeranan dan alur cerita baik; (2)kegiatan recalling semakin interaktif (3)kosakata anak semakin banyak; (4)penguatan bahasa anak semakin baik; (5)interaksi dan komunikasi anak semakin baik.Hasil pratindakan menunjukkan 18,75%anak mencapai kriteria munculsesuai harapan (MSH). Setelah siklus I, prosentase tersebut menjadi 50% dan akhir siklus II menjadi 62.5%serta Muncul sangat baik (MSB) 12,5%. Dengan demikian, pembelajaran metode bermain peran yang dilaksanakan dengan benar telah meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak.



