TRANSFER TEKNOLOGI PENGOLAHAN NILA BABY MENJADI PRODUK CRISPY PADA SISWA SMK MUHAMMADIYAH 4 LAMONGAN
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v8i1.11260Keywords:
nila baby; crispy, kewirausahaan siswa, lamongan, marinasi, penggorengan terkontrolAbstract
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025 yang dilaksanakan Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Gresik di SMK Muhammadiyah 4 Lamongan berfokus pada peningkatan keterampilan siswa dalam mengolah ikan nila baby menjadi camilan crispy sekaligus menumbuhkan minat berwirausaha berbasis potensi daerah. Permasalahan yang diangkat ialah ketersediaan nila baby di Lamongan yang melimpah namun belum diolah optimal akibat keterbatasan keterampilan teknis, pemahaman nilai tambah, serta orientasi bisnis. Kegiatan dirancang melalui kombinasi pembekalan materi, diskusi aktif, dan praktik langsung secara berkelompok—mulai dari penanganan bahan baku, tahap marinasi, penggorengan dengan pengendalian suhu, hingga pengemasan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan yang nyata pada pengetahuan dan kemampuan siswa di setiap tahapan produksi; siswa berhasil menghasilkan crispy baby nila yang layak konsumsi dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha sederhana di lingkungan sekolah. Di samping memperkuat pemahaman mengenai nilai ekonomi olahan perikanan, program ini juga mengokohkan kolaborasi UMG–SMK dalam pendidikan kontekstual dan aplikatif. Secara keseluruhan, model PKM ini efektif untuk pemberdayaan pelajar, direkomendasikan berkelanjutan, dan potensial direplikasi pada sekolah lain dengan karakteristik sumber daya serupa.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. (2024). Kabupaten Lamongan dalam angka 2024. Lamongan: BPS Kabupaten Lamongan.
Dadiono, M. S., & Aminin, A. (2021). Peningkatan keterampilan dan inovasi warga Desa Rayunggumuk Kabupaten Lamongan dalam memanfaatkan ikan nila. Jurnal Hilirisasi Teknologi Kepada Masyarakat (SITECHMAS), 2(2), 75–83.
Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan. (2023). Profil perikanan Kabupaten Lamongan tahun 2023. Lamongan: Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan.
Saepuloh, D., Sundari, R. S., & Fitriadi, B. W. (2021). Nilai tambah baby fish ikan were dan nilem sebagai produk pangan fungsional. AGRINIKA, 5(1), 39–50.
Syah, S. U., & Riza, S. (2019). Pemanfaatan ikan rucah sebagai bahan baku industri tepung ikan. IPTEKIN: Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi, 5(2), 64–75.
Syamsi, H. R., Sarkawi, Maulana, R. A. T., Putri, B. D. A. N., Ulfa, S. M., Fadhilah, A. R., et al. (2024). Sosialisasi pengolahan dan pemasaran produk baby nila crispy di Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Wicara Desa, 2(1), 62–67.
Triyanti, R., & Yusuf, R. (2018). Nilai ekonomi ikan rucah bagi nelayan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 4(2), 53–60.
Yusfiani, M., Selly, R., Rani, C. M., Dewi, R. S., Azmi, C., Arsyad, M., et al. (2024). Penerapan mesin otomasi pemotong kerupuk ikan rucah pada kelompok IRT produktif di Kelurahan Sirantau Kota Tanjungbalai.
Aminin, A. (2024). Pelatihan digital marketing dalam meningkatkan kompetensi siswa untuk berwirausaha pada sekolah-sekolah di kawasan Pantura (Lamongan–Gresik). Conscilience: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(2).

