PENGARUH PENAMBAHAN JENIS DAGING IKAN TERHADAP KARAKTERISTIK MIE KERING YANG TERSUBSITUSI MOCAF

Authors

  • Marsela Velania J. Tukan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Teknologi, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Maria M. N. M. Tukan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Donata Peni Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

DOI:

https://doi.org/10.30587/jpp.v8i2.10542

Keywords:

mie kering, daging ikan, mocaf, kandungan gizi, proksimat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis daging ikan terhadap karakteristik mie kering yang tersubstitusi mocaf. Tiga, jenis daging ikan yang digunakan yaitu ikan kembung (Rastrelliger sp), ikan tuna (Thunnus sp), dan ikan cakalang(Katsuwonus pelamis). Penelitian ini dilakukan melalui tahapan pembuatan mie kering dengan penambahan daging ikan dan tepung mocaf, kemudian dilakukan pengujian proksimat untuk mengetahui kadar air, kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan daging ikan secara signifikan meningkatkan kadar protein mie kering dibandingkan mie tanpa daging (kontrol). Mie kering dengan daging ikan tuna memiliki kadar protein tertinggi yaitu 16, 592%, diikuti oleh ikan cakalang 15,547%, dan ikan kembung 12, 751%. Penambahan daging ikan juga memengaruhi kadar air, lemak, abu, dan karbohidrat. Kadar karbohidrat cenderung menurun seiring penambahan daging ikan karena berkurangnya proporsi tepung sebagai sumber karbohidrat utama. Secara keseluruhan, penambahan daging ikan pada mie kering dengan subsitusi tepung mocaf dapat meningkatkan nilai gizi, terutama kandungan protein hewani, sehingga dapat menjadi alternatif pangan yang lebih bergizi.

Daftar Pustaka

Angelia, I.O. (2016) ‘Analisis kadar lemak pada tepung ampas kelapa’, Jurnal Technopreneur (JTech), 4(1), pp. 19–23.

Astawan, M. 2011. Pangan Fungsional untuk Kesehatan yang Optimal. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor. stawan, M, 2011, PangaAn Fungsional untuk Kesehatan yang Optimal.http://Masnafood,com, Diakses pada tanggal 12 Maret 2019.

Hasanah, M. (2019) ‘Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Olahan Daun Kelor’, Teknologi Pangan : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 10(1), pp. 41–45.

Muhajir A. 2007. Peningkatan Gizi Mie Isntan Dari Camputaj Tepung Terigu Dan Tepung Ubi Jalar Melalui Penambahan Tepung Tempe dan Tepung Ikan. Sripsi. Tidak Diterbitkan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara, Medan.

Nugrahawati, T. 2011. Kajian Karakteristik Mie Kering dengan Substitusi Bekatul. [Skripsi]. Surakarta: Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Petanian, Universitas Sebelas Maret.

Purwaningsih AA, Rahayu. 2015. Efektivitas kompres hangat dan kompres dingin untuk mengurangi laserasi perineum Nyeri pada primipara di Candimulyo Magelang Jurnal Penelitian Internasional dalam Ilmu Kesehatan, Desember 2015, Vol 3.

Sumardi, J. A., Suparmo, & Bambang, B. S. 1996. Kandungan asam lemak omega-3 beberapa jenis ikan laut dan ikan air tawar. Malang: Fakultas Perikanan, Universitas Brawijaya.

.

 

Published

2025-09-28

How to Cite

Velania J. Tukan, M., Tukan, M. M. N. M., & Peni , D. (2025). PENGARUH PENAMBAHAN JENIS DAGING IKAN TERHADAP KARAKTERISTIK MIE KERING YANG TERSUBSITUSI MOCAF. Jurnal Perikanan Pantura (JPP), 8(2), 925–938. https://doi.org/10.30587/jpp.v8i2.10542

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.