PENGARUH PEMBERIAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA TRANSPORTASI TERTUTUP
Abstract
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ikan nila menarik perhatian besar dalam sektor perikanan karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga menjadi penting dalam kegiatan bisnis akuakultur. Untuk memenuhi permintaan konsumen secara terus menerus terhadap ikan nila, pembudidaya menggunakan transportasi sebagai proses distribusi. Umumnya kegiatan transportasi ikan dilakukan dengan kepadatan ikan yang tinggi sebagai upaya untuk mengoptimalkan penghematan biaya. Namun dalam aplikasi kegiatan transportasi dengan menggunakan kepadatan yang tinggi dapat menyebabkan ikan menjadi stress dan rentan mengalami kematian. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi tekanan fisiologis serta dapat diambil tindakan untuk mengantisipasi stres pada ikan selama transportasi berlangsung dengan menggunakan metode pemingsangan. Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) dengan dosis berbeda terhadap kelangsungan hidup ikan nila pada transportasi tertutup. Pada penelitian ini menggunakan minyak cengkeh sebagai bahan anestesi dengan tujuan mengetahui dosis terbaik bagi kelangsungan hidup ikan nila. Ikan nila yang digunakan memiliki berat 100 gram dalam wadah ember (4 percobaan masing-masing 6 kali ulangan) dengan jumlah 20 ekor ikan/ember. Kemudian dihitung kelangsungan hidup pada akhir penelitian. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak cengkeh dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup Ikan nila. Kelangsungan hidup tertinggi pada penelitian ini terjadi pada perlakuan B (dengan pemberian 15% atau 9 ml minyak cengkeh) dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 95%. Pengukuran kualitas air selama penelitian diperoleh suhu berkisaran 22-23,5˚C ; pH berkisaran 7-7.7 ; Oksigen Terlarut berkisaran 5.5 – 6 mg/L.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.