Peningkatan Kompetensi Perawat melalui Program Pelatihan Perawatan Luka: Kolaboratif Internasional
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v8i1.11410Keywords:
Kompetensi, Pelatihan Luka, Kolaboratif InternasionalAbstract
Luka kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang sering terjadi dan berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, biaya perawatan, serta penurunan kualitas hidup pasien. Peningkatan kompetensi perawat dalam pengkajian, deteksi dini, dan manajemen luka menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Namun, masih terdapat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam perawatan luka berbasis bukti di beberapa fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan yang terstruktur dan kolaboratif untuk meningkatkan kompetensi perawat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam pengkajian serta deteksi dini ulkus kaki diabetik melalui program pelatihan perawatan luka berbasis kolaborasi internasional antara Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat dan International Islamic University Malaysia. Metode kegiatan dilakukan melalui workshop dan pelatihan interaktif yang melibatkan ceramah, diskusi kasus, simulasi klinis, serta praktik langsung (hands-on practice). Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Sebanyak 63 peserta mengikuti kegiatan ini dengan mayoritas perempuan (84,1%), berpendidikan diploma (66,7%), dan berperan sebagai staf perawat (63,5%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 29 peserta (46%) mengalami peningkatan skor pengetahuan, 20 peserta (32%) mengalami penurunan, dan 14 peserta (22%) tidak mengalami perubahan. Secara deskriptif, pelatihan ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kompetensi peserta. Program pelatihan kolaboratif internasional berpotensi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kapasitas perawat dalam perawatan luka berbasis bukti.
Downloads
References
Akhtar, S., Nasir, J. A., Ali, A., Asghar, M., Majeed, R., & Sarwar, A. (2022). Prevalence of type-2 diabetes and prediabetes in Malaysia: A systematic review and meta-analysis. PLoS ONE, 17(1 January), 1–14. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0263139
Cherry Mustamu, A., Mustamu, H. L., Hafni Hasim, N., & Naskah, G. (2019). Peningkatan Pengetahuan & Skill dalam Merawat Luka. Jurnal Pengamas Kesehatan Sasambo, 1(2), 103–109. http://jkp.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/pks
Clinical Practice Guidelines (Second Edition). (2018). Malaysian Health Technology Assessment Section (MaHTAS) Medical Development Division, Ministry of Health Malaysia. https://marp.online
Farah Zhafirah Syarafina, & Anung. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Pengabaian Lansia. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 14, 341–347. https://doi.org/10.33846/sf14220
Haryanto, H., Amrullah, S., Jais, S., Supriadi, S., Imran, I., & Sari, Y. (2023). INDIFURUTO: A novel tool for assessing diabetic foot recurrence risk in type 2 diabetes. Journal of Medicine and Life, 16(10), 1514–1518. https://doi.org/10.25122/jml-2023-0058
Haryanto, H., Makmuriana, L., Hartono, H., Dwi Arini, D., Ariyanti, S., Sari, Y., Ronas, M. R., Junaidi, J., & Ervita, L. (2023). Quality of life in patients with recurrent diabetic foot ulcers. Central European Journal of Nursing and Midwifery, 14(1), 833–838. https://doi.org/10.15452/cejnm.2022.13.0025
International Diabetes Federation. (2019). International Diabetes Federation. In International Diabetes Federation (Ninth edit, Vol. 266, Number 6881). International Diabetes Federation. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(55)92135-8
Nair, H. K. R., Norlizah, P., Mariam, M. N., Alsagoff, S. A. L., Ming Long, K., Anantha, K. R., Liew, N. C., & Ali Husien, N. (2025). Diabetic Foot Ulcer in Malaysia: Consensus on Treatment Patterns, Health Care Utilization and Cost. The International Journal of Lower Extremity Wounds, 24(2), 312–319. https://doi.org/10.1177/15347346221090096
National Diabetes Registry Report (Vol. 1). (2013). Department of Public Health Ministry of Health Malaysia. http://www.moh.gov.myWebsite:http://www.moh.gov.my
Rosedi, A., Hairon, S. M., Abdullah, N. H., & Yaacob, N. A. (2022). Prognostic Factor of Lower Limb Amputation among Diabetic Foot Ulcer Patients in North-East Peninsular Malaysia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19, 2–9.
Yusuf, Saldy., Okuwa, Mayumi., Irwan, Muhammad., Rassa, Saipullah., Laitung, Baharia., Thalib, Abdul., Kasim, Sukmawati., Sanada, H., Nakatani, Toshio., & Sugama, Junko. (2016). Prevalence and Risk Factor of Diabetic Foot Ulcers in a Regional Hospital, Eastern Indonesia. Open Journal of Nursing, 06(01), 1–10. https://doi.org/10.4236/ojn.2016.61001

