MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ASERTIF SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 10 GKB GRESIK MELALUI ASSERTIVENESS TRAINING
DOI:
https://doi.org/10.30587/umgeshic.v2i2.10784Keywords:
komunikasi asertif, Assertiveness training, siswa SMA, keterampilan sosialAbstract
Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas diri dan keterampilan sosial, termasuk kemampuan berkomunikasi secara efektif. Observasi di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik menunjukkan sebagian siswa kelas X masih kesulitan menyampaikan pendapat, menolak tekanan teman sebaya, dan mengekspresikan perasaan secara terbuka, yang mencerminkan rendahnya komunikasi asertif. Kegiatan magang ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi asertif melalui Assertiveness Training. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest design pada siswa kelas X yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan tiga pertemuan menggunakan modul Barida (2016) dengan kegiatan psikoedukasi, diskusi, role play, dan refleksi diri. Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test melalui JASP 0.18.3 menunjukkan peningkatan signifikan pada skor komunikasi asertif. Siswa menjadi lebih percaya diri, mampu menolak dengan sopan, dan berani mengemukakan pendapat. Dengan demikian, Assertiveness Training efektif meningkatkan komunikasi asertif remaja di sekolah.