ANALISIS IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN RISIKO K3 TERHADAP COST SAFETY ANALYSIS (STUDI KASUS: PT. X)
ANALISIS IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN RISIKO K3 TERHADAP COST SAFETY ANALYSIS (STUDI KASUS: PT. X)
DOI:
https://doi.org/10.30587/jphsr.v6i2.12222Keywords:
Cost safety analysis, K3, Penganggaran berbasis risiko, HIRADC,Abstract
Latar Belakang: Industri kimia memiliki kompleksitas operasional dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap kecelakaan kerja akibat paparan bahan berbahaya. Penerapan K3 sering kali berjalan secara administratif dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan analisis biaya. Pengendalian risiko teknis membutuhkan evaluasi efisiensi dari sisi pembiayaan.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara identifikasi serta penilaian risiko K3 dengan cost safety analysis sebagai dasar penentuan strategi pengendalian risiko di PT. X.
Metode: Kajian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melibatkan observasi partisipan, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumen K3. Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) diaplikasikan guna mengevaluasi tingkat peluang kejadian dan keparahan dampak. Populasi mencakup seluruh personel yang terlibat dalam aktivitas K3, dengan sampel sebanyak 20 informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling.
Hasil: Pemetaan HIRADC mengungkap bahaya dominan berupa lalu lintas internal dan potensi terpeleset, sementara insiden kebakaran menempati titik keparahan tertinggi. Implementasi mitigasi operasional berpusat pada hierarki administratif dan penyediaan Alat Pelindung Diri (APD). Kalkulasi biaya keselamatan kerja mencatat total pengeluaran Rp 3.672.000.000, dengan serapan anggaran terbesar bertumpu pada pengadaan APD dan program pelatihan K3. Analisis mengonfirmasi keberadaan interkoneksi nyata antara skala risiko dengan besaran biaya mitigasi, di mana risiko berkeparahan tinggi menuntut alokasi finansial substansial. Namun, serapan dana tersebut belum sepenuhnya merefleksikan prinsip prioritisasi berbasis tingkat risiko.
Kesimpulan: Terdapat hubungan operasional dan konseptual antara identifikasi risiko K3 dengan cost safety analysis. Hasil HIRADC memegang peranan esensial sebagai landasan utama dalam penentuan prioritas alokasi biaya mitigasi agar pengelolaan K3 berjalan tangguh dan efisien. Saran: Optimalisasi instrumen penganggaran berbasis risiko sangat diperlukan. Perbaikan difokuskan pada peningkatan hierarki eliminasi dan rekayasa teknik, serta evaluasi dokumen HIRADC secara berkala guna menekan sumber bahaya pada aktivitas berisiko tinggi.



