PENGARUH STRES KERJA TERHADAP BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT (DI RSUD IBNU SINA KABUPATEN GRESIK)
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT (DI RSUD IBNU SINA KABUPATEN GRESIK)
DOI:
https://doi.org/10.30587/jphsr.v7i1.12220Keywords:
Stres Kerja, Perawat, Burnout SyndromeAbstract
Latar Belakang: Burnout syndrome adalah kondisi yang ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, serta penurunan pencapaian diri sebagai akibat dari stres kerja kronis. Pada perawat, keadaan ini dapat menurunkan tingkat konsentrasi, empati, dan mutu pelayanan keperawatan, serta meningkatkan risiko terjadinya kesalahan kerja dan ketidakpuasan dalam pekerjaan. Tingginya beban kerja, tanggung jawab klinis, dan tuntutan pelayanan menjadikan perawat sebagai kelompok yang rentan mengalami burnout. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja terhadap burnout syndrome pada perawat di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat stres kerja dan burnout syndrome. Populasi mencakup seluruh perawat RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, dengan sampel sebanyak 184 perawat yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling.
Hasil: Analisis regresi logistik sederhana menunjukkan adanya pengaruh signifikan stres kerja terhadap burnout syndrome (p = 0,000). Nilai Exp(B) sebesar 12,215 menunjukkan bahwa perawat dengan tingkat stres kerja berat memiliki risiko 12,21 kali lebih tinggi mengalami burnout dibandingkan perawat dengan stres kerja ringan. Kesimpulan: Stres kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kejadian burnout syndrome pada perawat.
Saran: Memperkuat dukungan organisasi, serta menyediakan program manajemen stres guna mencegah terjadinya burnout pada perawat



