Komunikasi Efektif Pemeriksaan IMT, ANC pada Ibu Hamil dan Edukasi Pemberian IMD, ASI Eksklusif untuk Mencegah Stunting
DOI:
https://doi.org/10.30587/ijcdh.v6i1.10847Keywords:
ANC, Ibu Hamil, IMD, IMT, Komunikasi EfektifAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis di Indonesia. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak stunting khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) dimulai sejak kehamilan hingga 2 tahun usia anak. Faktor ini dipengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita, serta ekonomi, budaya, maupun faktor lingkungan seperti sanitasi dan akses terhadap layanan. Stunting menimbulkan dampak gangguan pertumbuhan dan perkembangan dan rentan terhadap penyakit. Peran bidan sangat penting dalam edukasi upaya pencegahan stunting baik pada ibu hamil, bayi, maupun balita hingga usia 2 tahun. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mengetahui IMT dan ANC, edukasi IMD dan ASI eksklusif, untuk mencegah stunting. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di PKK RT IV RW 2, Kelurahan Karangpoh, Kabupaten Gresik. Sasaran pada ibu hamil trimester tiga, keluarga, dan bayi. Bentuk kegiatan dengan melakukan komunikasi efektif melalui pemberian edukasi kesehatan kepada ibu yang memiliki balita tentang IMD dan ASI eksklusif dan pemeriksaan IMT ibu hamil. Ibu hamil memiliki IMT normal 53% dan IMT gizi kurang sebesar 33%; pemeriksaan ANC ibu hamil teratur sebesar 60% dan tidak teratur 40%; pengetahuan kurang sebesar 53% dan sebagian kecil pengetahuan baik 20%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui komunikasi efektif dan edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga mengenai 1000 HPK dalam IMD dan ASI eksklusif.
Downloads
References
[1] N. Barus, R. Chintya, S. E. Sari, and M. Sit, ‘Sosialisasi Kesehatan Gizi dalam Mengoptimali Tumbuh Kembang Anak dalam Parenting’, MUDABBIR: Journal Research and Education Studies, vol. 4, no. 2, pp. 196–203, Dec. 2024, doi: 10.56832/mudabbir.v4i2.585.
[2] Y. Dungi et al., ‘Edukasi dan Pemberian Makanan Bergizi sebagai Strategi Pencegahan Stunting di Desa Bilungala Utara’, Room of Civil Society Development, vol. 4, no. 5, pp. 826–838, Sep. 2025, doi: 10.59110/rcsd.762.
[3] S. Harianto, A. R. Rusydi, and E. Andayanie, ‘Hubungan Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Sumbang Kabupaten Enrekang’, Window of Public Health Journal, vol. 6, no. 6, pp. 1164–1170, Jan. 2026, doi: 10.33096/5nx5kd98.
[4] F. Adriati and S. Chloranyta, ‘Status Gizi Ibu Hamil berdasarkan Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA)’, Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, vol. 10, no. 2, pp. 127–134, Oct. 2022, doi: 10.47218/jkpbl.v10i2.194.
[5] T. Sartini and S. Mona, ‘Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) melalui Pemberian Makanan Tambahan di Puskesmas Tanjung Balai Karimun’, Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam, vol. 13, no. 2, pp. 114–123, Apr. 2023, doi: 10.37776/zkeb.v13i2.1144.
[6] D. Simbolon, A. Rahmadi, J. Jumiyati, and S. Sutrio, ‘Pendampingan Gizi pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia terhadap Peningkatan Asupan Gizi’, Jurnal Gizi Klinik Indonesia, vol. 18, no. 3, pp. 136–144, Jan. 2022, doi: 10.22146/ijcn.65675.
[7] H. Ismainar, H. Marlina, and A. Triana, ‘Cegah Stunting melalui Edukasi Kesehatan di Masa Kehamilan di Kelurahan Rejosari Kota Pekanbaru’, Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, vol. 2, no. 2, pp. 81–88, Sep. 2022, doi: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1283.
[8] N. Annisa, D. W. S. R. Wardani, and F. Ramayani, ‘Faktor Risiko Bayi Berat Lahir Rendah’, Medical Profession Journal of Lampung, vol. 13, no. 1, pp. 136–140, Jan. 2023, doi: 10.53089/medula.v13i1.578.
[9] N. K. Sri Kurniati, N. K. Erny Astiti, and L. Cintari, ‘Status Gizi Ibu Hamil dengan Berat Bayi Lahir (BBL)’, Jurnal Midwifery Update (MU), vol. 4, no. 2, pp. 68–76, Nov. 2022, doi: 10.32807/jmu.v4i2.134.
[10] R. Purwitaningtyas and I. A. Paramitha, ‘Hubungan Riwayat Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Ibu pada Saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Buaran Tahun 2023’, CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, vol. 4, no. 2, pp. 120–128, May 2024, doi: 10.51878/cendekia.v4i2.2820.
[11] W. R. Rustiah, S. Fatimang, S. Normawati, and D. Arisanti, ‘Sosialisasi Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting’, Lontara Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 4, no. 2, pp. 61–67, Dec. 2023, doi: 10.53861/lomas.v4i2.409.
[12] D. Tahir and N. Anjarwati, ‘Program Edukasi dan Pendampingan Kesehatan terhadap Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Pemeriksaan Antenatal Care’, Mega Buana Journal of Innovation and Community Service, vol. 3, no. 2, pp. 66–74, Jun. 2025, doi: 10.59183/ej33sn78.
[13] K. Khotimah et al., ‘Analisis Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Ibu Menyusui dan Perkembangan Anak’, PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, vol. 13, no. 2, pp. 254–266, Jun. 2024, doi: 10.26877/paudia.v13i2.505.
[14] S. Wilujeng, R. Rofuddin, M. P. K, V. P. Widoyanti, and S. P. Yobel, ‘Peningkatan Kesehatan melalui Penyuluhan “ASI EKSLUSIF” pada Masyarakat di Puskesmas Tanah Merah (Kabupaten Bangkalan)’, Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH), vol. 5, no. 1, pp. 1–5, Nov. 2024, doi: 10.30587/ijcdh.v5i01.8542.