Pelatihan Close Kinetic Chain untuk Meningkatkan Fungsi Lutut Ibu ‘Aisyiyah Cabang Sukodono Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.30587/ijcdh.v6i2.11620Keywords:
Close Kinetic Chain Exercise , CKCE, Nyeri Lutut, OsteoartritisAbstract
Nyeri lutut umum terjadi pada wanita lansia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penurunan kekuatan otot penopang sendi lutut, seperti vastus medialis dan vastus lateralis, menyebabkan penurunan stabilitas dan fleksibilitas lutut. Close Kinetic Chain Exercise (CKCE) merupakan latihan yang dapat meningkatkan kekuatan otot, stabilitas sendi, dan kemampuan fungsional lutut. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan CKCE dalam meningkatkan pengetahuan tentang nyeri lutut, manfaat CKCE, pengelolaan nyeri, serta menurunkan keluhan nyeri lutut pada ibu-ibu ‘Aisyiyah Cabang Sukodono. Pelatihan CKCE diberikan kepada ibu-ibu lansia. Pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, sedangkan keluhan nyeri dievaluasi melalui skala subjektif (tinggi, sedang, rendah). Sebelum pelatihan, >50% peserta memiliki pengetahuan rendah mengenai nyeri lutut, manfaat CKCE, dan pengelolaannya. Setelah pelatihan, mayoritas peserta berada dalam kategori pengetahuan tinggi, khususnya tentang manfaat CKCE dan pengelolaan nyeri. Keluhan nyeri menurun signifikan; sebelumnya 54% melaporkan nyeri tinggi dan 40% sedang, sesudah pelatihan 40% melaporkan nyeri rendah dan hanya 14% masih nyeri tinggi. Pelatihan CKCE meningkatkan pengetahuan peserta dan menurunkan keluhan nyeri lutut, sehingga meningkatkan fungsi dan kualitas hidup ibu lansia.
Downloads
References
[1] A. Swandari, K. Siwi, F. Putri, C. Waritsu, and K. Abdullah, Buku Ajar Terapi Latihan pada Osteoarthritis Lutut, 1st ed. Surabaya: UMSurabaya Publishing, 2022.
[2] A. Qoriapsari, K. Abdullah, and A. Swandari, ‘Pengaruh Stimulasi Sentuh terhadap Penurunan Gangguan Perilaku Siswa Taman Kanak-Kanak’, Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), vol. 11, no. 2, pp. 272–278, Jun. 2025, doi: 10.33023/jikep.v11i2.2593.
[3] H. Karimah, R. Rusnoto, and M. Purnomo, ‘Hubungan antara Usia, Obesitas, Aktifitas Fisik dengan Kejadian Osteoarthritis’, Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, vol. 16, no. 1, pp. 77–87, Jan. 2025, doi: 10.26751/jikk.v16i1.2681.
[4] M. Langworthy, V. Dasa, and A. I. Spitzer, ‘Knee Osteoarthritis: Disease Burden, Available Treatments, and Emerging Options’, Ther. Adv. Musculoskelet. Dis., vol. 16, Jan. 2024, doi: 10.1177/1759720X241273009.
[5] S. Nooryana, U. B. Rahayu, and A. Pristianto, ‘Edukasi Fisioterapi dan Terapi Latihan untuk Mengurangi Keluhan Nyeri Lutut pada Wanita Menopause di Desa Klewor Kecamatan Kemusu’, To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 3, pp. 355–364, Aug. 2022, doi: 10.35914/tomaega.v5i3.1052.
[6] A. R. Krisnaudi, M. S. Astuti, A. P. M. Anggarani, and O. M. Lase, ‘Program Fisioterapi Komunitas Berbasis Edukasi dan Latihan Terapeutik dalam Menurunkan Nyeri dan Meningkatkan Kemandirian Lansia di Panti Werdha Bhakti Luhur Tropodo’, Darmabakti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 2, no. 2, pp. 88–94, Apr. 2026, doi: 10.56003/darmabakti.v2i2.717.
[7] D. A. Surya, S. Setiawan, and S. Sugiono, ‘Beda Pengaruh Pemberian Close Kinetic Chain dengan Isometric Quadriceps terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional Osteoartritis Lutut’, Jurnal Nasional Fisioterapi, vol. 2, no. 1, pp. 17–24, Feb. 2024, doi: 10.64974/jnf.v2i1.31.
[8] A. Nolina, ‘Pengaruh Open Kinetic Chain Exercise terhadap Keseimbangan Dinamis dan Intensitas Nyeri pada Lansia dengan Osteoarthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat’, Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi, Jambi, 2025.
[9] N. A. Segal, J. M. Nilges, and W. M. Oo, ‘Sex Differences in Osteoarthritis Prevalence, Pain Perception, Physical Function and Therapeutics’, Osteoarthritis Cartilage, vol. 32, no. 9, pp. 1045–1053, Sep. 2024, doi: 10.1016/j.joca.2024.04.002.
[10] A. Özüdoğru and N. Gelecek, ‘Effects of Closed and Open Kinetic Chain Exercises on Pain, Muscle Strength, Function, and Quality of Life in Patients with Knee Osteoarthritis’, Rev. Assoc. Med. Bras., vol. 69, no. 7, 2023, doi: 10.1590/1806-9282.20230164.
[11] L. Hidayanti, R. Fikrinnisa, D. Saraswati, L. D. Pusparani, and T. F. A. Atmadja, ‘Edukasi Konsumsi Pangan Beragam dengan Pendekatan Health Belief Model (HBM) pada Anak Sekolah Dasar’, Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH), vol. 6, no. 1, pp. 25–31, Jan. 2026, doi: 10.30587/ijcdh.v6i1.10723.