Kolaborasi Guru dalam Transformasi Pembelajaran Digital: Tantangan, Strategi, dan Implikasi Etis
DOI:
https://doi.org/10.30587/jieec.v8i1.11627Keywords:
Kolaborasi Guru, Transformasi Pembelajaran Digital, Tantangan, Strategi dan ImplikasiAbstract
Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir, termasuk kemampuan problem solving. Seiring perkembangan zaman, pembelajaran bergeser dari surface learning menuju deep learning yang menekankan pemahaman mendalam dan keterlibatan aktif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran deep learning dalam meningkatkan kemampuan problem solving anak usia 5–6 tahun di RA Wasilatul Huda Sukadana, Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 anak, guru, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran deep learning efektif dalam meningkatkan kemampuan problem solving anak. Hal ini terlihat dari meningkatnya kemandirian, kemampuan berpikir logis sederhana, keberanian mencoba, serta sikap tidak mudah menyerah. Selain itu, kemampuan kerja sama dan kepercayaan diri anak juga mengalami peningkatan.



