Kemampuan Dasar Kognitif Anak Left-Behind pada Pengenalan Bentuk dan Warna Di TK Al Hidayah Bacem 02
DOI:
https://doi.org/10.30587/jieec.v8i1.11623Keywords:
Kemampuan Dasar Kognitif, Left Behind, Pengenalan Bentuk dan Warna, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis karakteristik perkembangan kognitif anak left-behind dalam pengenalan bentuk angka dan warna serta mengkaji stimulasi yang diberikan guru dalam proses pembelajaran di TK Al Hidayah Bacem 02. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari empat anak kelompok A usia 4–5 tahun dengan kondisi left-behind, serta guru kelas sebagai informan utama. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak left-behind masih berada pada tahap berkembang dan belum optimal. Anak mengalami kesulitan dalam memahami instruksi, mengingat materi, serta membedakan bentuk angka dan warna, sehingga membutuhkan pengulangan dan pendampingan intensif. Stimulasi yang dilakukan guru melalui metode pengulangan, demonstrasi langsung, dan pembelajaran berbasis bermain terbukti mampu membantu peningkatan kemampuan anak secara bertahap. Penggunaan media konkret dan digital juga meningkatkan perhatian dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Selain itu, pendekatan pendampingan individual menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan kognitif anak. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa stimulasi yang tepat, konsisten, dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan dasar kognitif anak left-behind, khususnya dalam pengenalan bentuk angka dan warna.



