Penerapan Drop Box Botol Plastik Untuk Mengurangi Sampah Plastik
DOI:
https://doi.org/10.30587/prosidingkkn.v3i1.12726Keywords:
drop box, sampah plastik, pemilahan sampah, pemberdayaan masyarakat, 3RAbstract
Permasalahan sampah plastik di Desa Brayublandong masih menjadi tantangan akibat sistem pengelolaan yang belum berbasis pemilahan dari sumber dan masih menerapkan pola kumpul-angkut-buang. Kondisi ini diperparah dengan penutupan TPA Mandung yang berdampak pada keberlanjutan pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik melalui penyediaan drop box botol plastik sebagai sarana pemilahan sampah anorganik yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap observasi, perencanaan, pembuatan drop box dan papan edukasi, sosialisasi, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Penempatan drop box di area strategis Bale Desa memudahkan akses dan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Program ini tidak hanya mendukung pengurangan timbulan sampah plastik, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi melalui pengumpulan dan penjualan botol plastik. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan berbasis konsep 3R dan ekonomi sirkular di tingkat desa.