Analisis Perencanaan Kapasitas Produksi Menggunakan Metode Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) Pada Pembuatan Produk Tensioner Assy Sepeda Motor (Studi Kasus: PT XYZ Karawang, Jawa Barat)
DOI:
https://doi.org/10.30587/matrik.v26i2.11295Keywords:
Kapasitas produksi, Master Production Schedule (MPS), Overcapacity, Rough-Cut Capacity Planning (RCCP), UndercapacityAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana kapasitas produksi tensioner assy di PT XYZ Karawang Jawa Barat, sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen sesuai jadwal. Pengambilan data selama periode Juli 2023 hingga Juni 2024, berfokus pada dampak fluktuasi permintaan, kecukupan kapasitas terhadap Master Production Schedule (MPS), dan keterbatasan sumber daya utama. Sebelum perbaikan, terjadi pemborosan berupa keterlambatan pengiriman sebesar 10% yang disebabkan oleh adanya: (1) fluktuasi permintaan; (2) ketidaksesuaian antara kapasitas produksi tersedia dan kebutuhan MPS; serta (3) keterbatasan sumber daya utama (downtime mesin, bottleneck pada stasiun pengelasan, dan variasi hari kerja). Perbaikan menggunakan metode Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) efektif berhasil mengurangi pemborosan dengan cara: (1) penggunakan teknik peramalan yang lebih akurat (weighted moving average); (2) optimalisasi kapasitas produksi dengan penambahan shift kerja; (3) pengurangan downtime mesin dengan pemeliharaan terjadwal; (4) optimalisasi tenaga kerja melalui pelatihan dan redistribusi; dan (5) penerapan strategi hari kerja yang lebih fleksibel
Downloads
References
[1] Y. Nadia, M. T. Hasan, and K. L. Hutabarat, "Determination of production capacity time using the Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) method," JURUTERA, 2024
[2] B. H. Purwojatmiko, R. A. Cessari, L. Ambarwati, and F. Sumasto, "Comparative study of RCCP and System Dynamics in productivity capacity," ResearchGate, 2024
[3] R. Suryadi, Penerapan RCCP untuk Efisiensi Produksi, Bandung: Pustaka Industri, 2023
[4] E. Yuliawati, N. Rahmawati, and D. Trihastuti, "Application of RCCP and capacity constraint resources to minimize risk of uncertainty in fulfilling production material supply," Widya Teknik, 2023
[5] R. Pratama, “Langkah TOC untuk Mengatasi Bottleneck,” J. Sist. Ind., vol. 14, no. 3, pp. 89–100, 2020.D. Susanti, “Solusi Bottleneck di Industri Otomotif,” J. Tek. Ind., vol. 20, no. 2, pp. 78–89, 2022
[6] M. Hidayat, “Jadwal Produksi dalam MPS,” J. Sist. Prod., vol. 16, no. 3, pp. 89–100, 2021
[7] A. Nugroho, “Proses Line Balancing dalam Produksi,” J. Manufaktur Indonesia, vol. 17, no. 1, pp. 34–45, 2021
[8] M. N. Nasution, Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta: Andi, 2021
[9] B. Santoso, “Overcapacity dan Undercapacity di Produksi,” J. Ind. Serv., vol. 14, no. 2, pp. 56–67, 2020
[10] R. Pratama, “Fungsi MPS di Industri Otomotif,” J. Sist. Ind., vol. 14, no. 3, pp. 89–100, 2020
[11] B. Santoso, “RCCP di Industri Otomotif,” J. Ind. Serv., vol. 14, no. 3, pp. 78–89, 2020
[12] B. Santoso, “Bottleneck dan Keterlambatan Pengiriman,” J. Ind. Serv., vol. 14, no. 2, pp. 56–67, 2020
[13] S. Aisyah, H. H. Purba, and R. F. Dewarani, "Production capacity planning using RCCP method with CPOF approach: A case study in an automotive industry," IOP Conf. Ser.: Mater. Sci. Eng., vol. 885, no. 1, p. 012028, 2020
[14] B. Santoso, “Optimalisasi Kapasitas Produksi di Industri Otomotif Indonesia,” J. Ind. Serv., vol. 12, no. 2, pp. 67–78, 2020
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Indra Prasetya, Dwi Irwati, Abd. Yazid Rozi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






