Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pasien Minum Obat Anti Tuberculosis (OAT)
DOI:
https://doi.org/10.30587/ijpn.v6i2.11064Keywords:
Tingkat Kepatuhan, Obat Anti Tuberculosis, Pasien TuberculosisAbstract
Penyakit menular yang memiliki urutan tertinnggi kedua di Indoesia adalah penyakit tuberculosis (TBC) dimana penyakit ini masih menjadi fenomena kesehatan di masyarakat. Banyak usaha yang dilakukan untuk menanggulangi kasus ini diantaranya dengan program DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course). Program ini dirancang efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien TBC dalam pengobatan. Akan tetapi, berbeda dengan fakta di lapangan bahwa sebagian besar pasien menunjukkan ketidakpatuhan dalam pengobatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor predisposisi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), faktor pendukung (jarak rumah, Dukungan Keluarga), dan faktor kebutuhan (keluhan, status sputum, penyakit penyerta) terhadap kepatuhan minum OAT di RSUD Husada Prima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien TBC dalam meminum OAT. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien tuberkulosis dewasa yang menjalani pengobatan di RSUD Husada Prima sebanyak 220 orang selama Januari 2024-Januari 2025. Adapun jumlah sampel yang dipilih sesuai kriteria peneliti sebanyak 65 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8) yang digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan OAT dan anamnesa pengkajian keluhan data subjektif/objektif pasien. Setelah data resonden terkumpul, penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi square, fisher excact dan kolmogorov-smirnov untuk menjelaskan hubungan antar kedua variabel dan analisis regresi logistik untuk melihat hubungan variabel independen dengan lebih dari 2 variabel dependen. Hasil penelitian didapatkan hanya penyakit penyerta yang berpengaruh positif signifikan dan pengetahuan yang berpengaruh negatif signifikan terhadap kepatuhan, sedangkan prediktor lainnya tidak signifikan sehingga perlu dilakukan penelian berkelanjutan agar prediktor terkait dengan tingkat kepatuhan pasien TBC bisa diketahui secara pasti.
Downloads
References
Azwar, S. (2021). Penyusunan Skala Psikologi (Edisi ke-3). Pustaka Pelajar.
Babitsch, B., Gohl, D., & von Lengerke, T. (2019). Revisiting Andersen’s behavioral model of health services use: A systematic review. Psycho-Social-Medicine, 16, Doc11. https://doi.org/10.3205/psm000089
Febrila, A. (2024). Strategi peningkatan kepatuhan pasien TBC di Indonesia. Journal of Public Health Studies, 15(1), 45–57.
Field, A. (2013). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (4th ed.). Sage.
Fitriani, F., Putri, R., & Hidayat, A. (2021). Kepatuhan pengobatan tuberkulosis pada pasien berobat lanjutan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(3), 210–218.
Friedman, D. B., Foster, C., Bergeron, C. D., Tanner, A., & Kim, S. H. (2022). Education level and adherence to tuberculosis treatment: A systematic review. Journal of Tuberculosis Research, 10(3), 121–130. https://doi.org/10.4236/jtr.2022.103009
Hartono, E., Santoso, D., & Prasetyo, H. (2020). Pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.
Ichlas, R. (2011). Hubungan antara peran pengawas minum obat (PMO) dengan kesembuhan penderita TBC paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6 (2).
Khan, M. S., Iqbal, R., & Ali, S. (2020). Gender differences in health-seeking behavior and medication adherence among tuberculosis patients. BMC Public Health, 20(1), 1726. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09818-9
Murray, J. F., et al. (2015). Tuberculosis: A comprehensive clinical reference (2nd ed.). Elsevier.
Naidoo, P., Theron, G., Rangaka, M. X., Chihota, V., Vaughan, L., Brey, Z. O., & Padayatchi, N. (2020). The South African tuberculosis care cascade. Journal of Infectious Diseases, 221 (Suppl. 4), S226–S236. https://doi.org/10.1093/infdis/jiz606
Nguyen, T. T., Tran, Q. H., & Le, D. V. (2023). Employment status and treatment adherence. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 27 (4), 325–332. https://doi.org/10.5588/ijtld.22.0532
Purwanti, R., Sari, D. P., & Wulandari, A. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 13(2), 89–97. https://doi.org/10.24893/jkma.13.2.89-97.2019
Sari, N. P., Yuswanto, T., & Fitriana, E. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(2), 123–131.
Suryani, N., Putri, A. D., & Wijaya, R. (2021). Hubungan kepatuhan minum obat dengan kegagalan terapi. Jurnal Penyakit Dalam, 9(1), 45–52.
Tola, H. H., Holakouie-Naieni, K., Mansournia, M. A., Yaseri, M., Tesfaye, E., & Mahamed, Z. (2021). Psychological distress and TB outcomes. BMJ Open, 11(3), e042373. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2020-042373
World Health Organization. (2020). Global Tuberculosis Report. WHO.








