PENYULUHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJEMEN KEARSIPAN MELALUI BUDAYA 5S PADA TENAGA KEPENDIDIKAN SEKOLAH
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v7i3.10645Abstract
Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru, tetapi juga oleh peran tenaga kependidikan dalam mendukung manajemen administrasi sekolah, masih ditemukan berbagai persoalan, seperti manajemen kearsipan yang belum tertata, pengelolaan waktu yang kurang efektif, serta rendahnya kesadaran menjaga kebersihan ruang kerja. Permasalahan ini berdampak pada menurunnya efisiensi layanan administrasi dan kenyamanan lingkungan kerja. Untuk menjawab tantangan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan budaya kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) sebagai strategi peningkatan kapasitas tenaga kependidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui empat tahapan: (1) Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi permasalahan utama, (2) pelatihan dan workshop budaya 5S sebagai media transfer pengetahuan, (3) implementasi langsung di lapangan melalui penataan arsip, kebersihan ruang kerja, dan pengelolaan waktu, serta (4) evaluasi kegiatan dengan melibatkan mitra sekolah untuk mengukur keberhasilan dan partisipasi aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, refleksi peserta, serta diskusi evaluatif, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan dalam keterampilan tenaga kependidikan. Arsip yang sebelumnya tidak tertata kini lebih sistematis, proses pencarian dokumen lebih cepat, ruang kerja lebih bersih dan nyaman, serta disiplin kerja meningkat melalui pembiasaan prinsip 5S. Partisipasi aktif mitra, khususnya kepala sekolah, menjadi faktor kunci keberhasilan karena menciptakan monitoring dan dukungan yang berkelanjutan. Dari kegiaatn tersebut penting bahwa penerapan budaya 5S terbukti efektif meningkatkan efisiensi kerja, membentuk kebiasaan disiplin, serta memperkuat profesionalisme tenaga kependidikan. Program ini dapat direplikasi di sekolah lain sebagai strategi berkelanjutan dalam meningkatkan mutu layanan administrasi pendidikan

