Strategi Percepatan Pembangunan Perumahan Citrasari Menggunakan Time Cost Trade Off Dan Analisa Akar Penyebab Percepatan
Keywords:
Time Cost Trade Off, Fault Tree Analysis, Percepatan Proyek, Manajemen Risiko, Manajemen KonstruksiAbstract
Pembangunan perumahan memiliki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan hunian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, pelaksanaan proyek konstruksi sering menghadapi kendala seperti keterlambatan jadwal dan pembengkakan biaya. Pada proyek Pembangunan Cluster Javelin Perumahan Citra Sari Regency, pihak owner menuntut percepatan penyelesaian proyek sehingga diperlukan strategi pengurangan durasi yang tetap efisien secara biaya. Penelitian ini menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) untuk menganalisis alternatif percepatan melalui penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja, serta menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab risiko yang memengaruhi keberhasilan percepatan. Data penelitian diperoleh dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), time schedule proyek, wawancara dengan pihak kontraktor, serta pengolahan jadwal menggunakan Microsoft Project. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa cara untuk mempercepat waktu proyek yang biasanya berlangsung selama 824 hari. Alternatif percepatan yang paling efisien ditemukan melalui simulasi percepatan dan perhitungan cost slope. Ini memungkinkan pengurangan durasi tanpa meningkatkan biaya yang signifikan. Selain itu, analisis FTA mengidentifikasi penyebab utama risiko keterlambatan, seperti produktivitas tenaga kerja, ketersediaan material, kendala cuaca, dan koordinasi manajemen proyek. Identifikasi minimum cut set menunjukkan kombinasi akar penyebab yang dapat menyebabkan keterlambatan jika tidak dikendalikan. Sementara FTA memberikan pemahaman menyeluruh tentang faktor risiko yang perlu dimitigasi selama proses percepatan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan TCTO efektif dalam menentukan strategi percepatan yang ideal. Studi ini diharapkan dapat membantu kontraktor dan pengembang mengelola proyek konstruksi secara lebih efisien dengan mempertimbangkan waktu, biaya, dan risiko.