Analisis Kualitas Air dan Kepekatan Flok Pada Budidaya Ikan Lele (Clarias Sp.) Sistem Bioflok
DOI:
https://doi.org/10.30587/jpp.v9i1.11291Keywords:
Catfish; water quality; floc., Ikan Lele; Kualitas Air; Flok.Abstract
Ikan lele (Clarias sp.) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang dibudidayakan secara intensif, sehingga berpotensi menimbulkan penurunan kualitas air akibat akumulasi limbah organik. Teknologi bioflok menjadi solusi melalui pemanfaatan bakteri heterotrof yang mengubah limbah nitrogen menjadi flok sebagai pakan alami dan pengendali kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air dan kepekatan flok pada budidaya ikan lele sistem bioflok. Penelitian dilakukan selama 40 hari di KaYaJaGa Farm, Tanjungpinang, menggunakan tiga kolam terpal dengan kepadatan berbeda. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan ikan, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan (FCR), kualitas air, dan kepekatan flok. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan yang bervariasi antar kolam, dengan bobot mutlak tertinggi pada Kolam 3 (29,45 g) dan panjang mutlak tertinggi pada Kolam 2 (5,11 cm). Tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% dan nilai FCR relatif rendah (1,19–1,61). Kepekatan flok berada pada kisaran optimal (65–161,25 mg/L), sedangkan parameter kualitas air umumnya berada pada kondisi layak. Secara keseluruhan, sistem bioflok efektif dalam menjaga kualitas air dan mendukung pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.).
Kata kunci: Ikan Lele; Kualitas Air; Flok.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dicky Albert

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








