HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN MASA KERJA TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA (PT MEKAR BERSERI SEMPURNA)
HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN MASA KERJA TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA (PT MEKAR BERSERI SEMPURNA)
DOI:
https://doi.org/10.30587/jphsr.v7i2.12202Keywords:
Postur kerja,, Masa kerja,, Keluhan muskuloskeletal, REBA, NBMAbstract
Latar Belakang: Keluhan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja, terutama pada pekerjaan yang melibatkan aktivitas manual, postur kerja tidak ergonomis, dan paparan kerja dalam waktu lama. Pekerja di PT Mekar Berseri Sempurna melakukan aktivitas seperti berdiri lama, membungkuk, mengangkat beban, serta gerakan berulang yang berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal. Tujuan: Menganalisis hubungan postur kerja dan masa kerja terhadap keluhan muskuloskeletal pada pekerja PT Mekar Berseri Sempurna. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bagian produksi dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner. Penilaian postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Postur kerja kategori risiko sangat tinggi merupakan kategori yang paling banyak (50,0%), sedangkan keluhan muskuloskeletal kategori sangat tinggi sebesar 53,8%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p-value = 0,001; Cramer's V = 0,718) serta hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p-value = 0,001; Cramer's V = 0,458). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja PT Mekar Berseri Sempurna. Perusahaan disarankan melakukan perbaikan ergonomi, evaluasi risiko ergonomi, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.



