INVESTIGASI PENIPUAN WHATSAPP BERBASIS INTEGRATED DIGITAL FORENSIC INVESTIGATION FRAMEWORK v2(IDFIF v2) PADA PESAN TERHAPUS
DOI:
https://doi.org/10.30587/e-link.v21i1.11709Keywords:
Digital Forensik, WhatsApp, IDFIF v2, Andriller, SQLiteAbstract
Kasus penipuan online melalui aplikasi WhatsApp semakin meningkat seiring tingginya penggunaan layanan pesan instan di Indonesia. Permasalahan utama dalam investigasi digital adalah data komunikasi yang mudah dihapus sehingga menyulitkan proses pembuktian. Penelitian bertujuan menerapkan metode Integrated Digital Forensic Investigation Framework v2 (IDFIF v2) untuk mengungkap artefak digital pada dugaan kasus penipuan melalui WhatsApp di perangkat Android. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksperimental dengan tahapan IDFIF v2 meliputi preparation, incident response, laboratory process, dan presentation. Proses akuisisi data dilakukan menggunakan Andriller, sedangkan analisis basisdata dilakukan menggunakan DB Browser for SQLite terhadap file msgstore.db. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andriller berhasil mengekstraksi artefak digital berupa file media WhatsApp yang telah terhapus, seperti gambar dan video. Analisis database menunjukkan adanya aktivitas komunikasi serta ditemukan 22 pesan yang telah dihapus. Isi pesan dalam database tersebut tidak dapat dipulihkan secara langsung, metadata yang diperoleh dapat mendukung proses investigasi. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi Andriller dan SQLite dapat memberikan kontribusi dalam pembuktian digital, namun masih memiliki keterbatasan pada pemulihan isi pesan terhapus. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu mengombinasi tools dan metode lain untuk meningkatkan efektivitas proses investigasi.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Nur Ashfia, Fahmi Fachri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






