PENGEKANGAN PENGGUNAAN SENJATA API SEBAGAI AKSES BAGI BEBAN KERJA UNTUK MEMPENGARUHI BERFIKIR IDE BUNUH DIRI MENGGUNAKAN SENJARA API

  • Tugimin Supriyari
  • Erik Saut H Hutahaean
  • Sandra Adetya
  • Anifah Anifah
  • Reny Kurniawan

Abstract

Kepolisian sudah mempunyai regulasi yang mengatur penggunaan senjata api pada personilnya. Penggunaannya menjadi sebuah tema yang diperhatikan serius, karena sangat berkaitan dengan tindak kekerasan. Terlebih lagi kekerasan terhadap diri sendiri yang tercermin melalui kejadian bunuh diri anggota polisi. Penelitian bermaksud menggali faktor langsung dan tidak langsung, untuk mendapatkan penjelasannya. Sebanyak 219 anggota kepolisian dilibatkan menjadi responden dan mengisi skala pengukuran; beban kerja, pengekangan senjata api, dan berfikir ide bunuh diri. Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa beban kerja dapat berperan sebagai faktor langsung yang membentuk munculnya pikiran bunuh diri. Penelitian ini terbatas dalam lingkup sudut pandang personil dalam menilai keadaan-keadaan yang ada pada dirinya, kedepannya diperlukan perluasan linkupnya hingga sudut pandang organisasi. Seperti misalnya cara pemimpin mengelola beban kerja personilnya, tindakan organisasi dalam menangani masalah beban kerja personilnya dan melindungi personilnya dari resiko penyimpangan penggunaan senjata api.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Jul 9, 2019
How to Cite
SUPRIYARI, Tugimin et al. PENGEKANGAN PENGGUNAAN SENJATA API SEBAGAI AKSES BAGI BEBAN KERJA UNTUK MEMPENGARUHI BERFIKIR IDE BUNUH DIRI MENGGUNAKAN SENJARA API. Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi, [S.l.], v. 14, n. 1, p. 14-25, july 2019. ISSN 2615-1529. Available at: <https://journal.umg.ac.id/index.php/psikosains/article/view/929>. Date accessed: 19 july 2024. doi: http://dx.doi.org/10.30587/psikosains.v14i1.929.
Section
Original Research