Redesain Ergonomis Egrang Kesehatan Menggunakan Metode REBA untuk Optimalisasi Keamanan dan Kenyamanan Pengguna
Abstract
Mobilitas merupakan kebutuhan penting dalam aktivitas sehari-hari, namun keterbatasan fisik akibat cedera, gangguan neuromuskular, atau faktor usia dapat menurunkan kemampuan berjalan sehingga diperlukan alat bantu jalan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisi pengguna. Salah satu alat bantu jalan yang umum digunakan adalah egrang kesehatan, yang berfungsi untuk menopang berat badan dan menjaga keseimbangan tubuh. Namun, desain egrang yang tidak memperhatikan prinsip ergonomi dan kesesuaian antropometri berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan serta meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain egrang kesehatan berbasis ergonomi serta mengidentifikasi risiko ergonomi yang dialami pengguna berdasarkan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan terhadap postur tubuh, aktivitas tangan, serta posisi tubuh pengguna saat menggunakan egrang kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketidaksesuaian tinggi egrang dan posisi pegangan tangan dapat meningkatkan beban kerja biomekanik (BKB), yang berdampak pada beban kerja akibat (BKA) berupa kelelahan dan ketidaknyamanan pada lengan, bahu, pergelangan tangan, dan punggung. Sebagai upaya perbaikan, dilakukan pengembangan desain egrang kesehatan yang disesuaikan dengan data antropometri pengguna serta penambahan lampu penerangan sebagai fitur keselamatan. Desain egrang berbasis ergonomi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efektivitas penggunaan alat bantu jalan, serta mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal pada pengguna.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Purwanto, Ezar Amrullah, Anas Aliyasufa, M Ilham Najwan Nufa, Kevin Devangga Chafa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



