PENGARUH BOBOT TEBAR AWAL TERHADAP RENDEMEN, VISKOSITAS, DAN KEKUATAN GEL AGAR GRACILARIA VERRUCOSA PADA BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF

Authors

  • Andi Rahmad Rahim Dosen Program Studi Budidaya Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gresik

DOI:

https://doi.org/10.30587/jpp.v8i2.11577

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai bobot tebar awal terhadap rendemen, viskositas, dan kekuatan gel agar Gracilaria verrucosa yang dibudidayakan dengan metode longline di tambak ekstensif Pulokerto, Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan selama 42 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan bobot tebar awal, yaitu 100 g, 150 g, 200 g, dan 250 g, masing-masing tiga ulangan. Pada akhir pemeliharaan, biomassa dipanen dan digunakan sebagai bahan baku ekstraksi agar. Parameter yang diamati meliputi rendemen agar, viskositas, dan kekuatan gel. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot tebar awal berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter mutu agar. Rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan 200 g sebesar 21,23%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan 250 g sebesar 20,53%. Viskositas tertinggi juga diperoleh pada perlakuan 200 g sebesar 113,67 cP dan berbeda nyata dibanding perlakuan lainnya. Kekuatan gel tertinggi tercatat pada perlakuan 200 g sebesar 447,67 g cm⁻², kemudian menurun pada perlakuan 250 g. Hasil ini menunjukkan bahwa bobot tebar awal 200 g merupakan tingkat optimum untuk menghasilkan mutu agar terbaik. Pengaturan kepadatan tebar yang tepat dapat meningkatkan kualitas bahan baku dan nilai ekonomi budidaya Gracilaria verrucosa secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-09-27

How to Cite

Andi Rahmad Rahim. (2025). PENGARUH BOBOT TEBAR AWAL TERHADAP RENDEMEN, VISKOSITAS, DAN KEKUATAN GEL AGAR GRACILARIA VERRUCOSA PADA BUDIDAYA LONGLINE DI TAMBAK EKSTENSIF . Jurnal Perikanan Pantura (JPP), 8(2), 951–959. https://doi.org/10.30587/jpp.v8i2.11577