KETERKAITAN YANG DIPENGARUHI KEPADATAN ANTARA PERTUMBUHAN BIOMASSA DAN DINAMIKA C–N–P AIR PADA BUDIDAYA LONGLINE Gracilaria verrucosa DI TAMBAK EKSTENSIF

Authors

  • Andi Rahmad Rahim Dosen Program Studi Budidaya Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gresik

DOI:

https://doi.org/10.30587/jpp.v7i2.11574

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai bobot tebar awal terhadap pertumbuhan biomassa Gracilaria verrucosa serta dinamika karbon (C), nitrogen (N), dan fosfor (P) pada tambak ekstensif dengan sistem longline. Penelitian dilaksanakan selama 42 hari di tambak air payau Desa Pulokerto, Pasuruan, Jawa Timur, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan bobot tebar awal, yaitu 100 g, 150 g, 200 g, dan 250 g, masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi biomassa mutlak rumput laut serta kandungan karbon, nitrogen, dan fosfor air pada akhir pemeliharaan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot tebar awal berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Biomassa mutlak meningkat dari 313,3 g pada perlakuan 100 g menjadi 471,7 g pada perlakuan 250 g, namun perlakuan 200 g dan 250 g tidak berbeda nyata. Sementara itu, kandungan karbon, nitrogen, dan fosfor air menurun seiring peningkatan bobot tebar. Nilai karbon air menurun dari 43,17 menjadi 38,20 mg L⁻¹, nitrogen dari 1,82 menjadi 1,28 mg L⁻¹, dan fosfor dari 0,142 menjadi 0,098 mg L⁻¹. Disimpulkan bahwa bobot tebar 200 g merupakan tingkat paling efisien karena menghasilkan biomassa tinggi dengan penggunaan bibit lebih rendah, sekaligus meningkatkan penyerapan unsur hara dan karbon terlarut.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-09-28

How to Cite

Andi Rahmad Rahim. (2024). KETERKAITAN YANG DIPENGARUHI KEPADATAN ANTARA PERTUMBUHAN BIOMASSA DAN DINAMIKA C–N–P AIR PADA BUDIDAYA LONGLINE Gracilaria verrucosa DI TAMBAK EKSTENSIF. Jurnal Perikanan Pantura (JPP), 7(2), 610–618. https://doi.org/10.30587/jpp.v7i2.11574