CEGAH RISIKO DINI: EDUKASI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN MENUJU REMAJA BERDAYA
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v8i3.12520Abstract
Remaja merupakan masa transisi yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, baik masalah gizi (anemia/obesitas), kesehatan mental, hingga perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta status kesehatan remaja melalui pendekatan edukatif dan deteksi dini. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif (penyuluhan kesehatan) dan pemeriksaan fisik (tekanan darah, indeks massa tubuh/IMT, dan kadar hemoglobin/gula darah). Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Queen Latifa Sleman dengan melibatkan 35 peserta remaja. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kesehatan reproduksi sebesar 80 %, hasil ketrampilan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kader remaja sebanyak 90 %. sedangkan hasil skrining kesehatan remaja yang mengalami anemia 7 orang (20%), kurus 5 orang (18%) dan obesitas 2 orang (6%). Partisipasi aktif dari institusi mitra dan remaja sangat berkontribusi pada keberhasilan program ini. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan tetapi juga memberdayakan remaja untuk menjadi agen perubahan di komunitas mereka. Tindak lanjut berupa konseling kesehatan diberikan secara personal bagi remaja yang terindikasi memiliki risiko kesehatan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memandirikan remaja untuk mengenali potensi risiko kesehatan mereka sejak dini demi mewujudkan
Downloads
References
Annah, I. (2023). Promosi Kesehatan Remaja. UNISMA PRESS Chakrabarty, M., Singh, A., Singh, S., & Chowdhury, S. (2023). Is the burden of anaemia among Indian adolescent women increasing? Evidence from Indian Demographic and Health Surveys (2015-21). PLOS Global Public Health, 3(9), e0002117. doi: 10.1371/journal.pgph.0002117 Gillespie, B., Katageri, G., Salam, S., Ramadurg, U., Patil, S., Mhetri, J., … Anumba, D. (2023). Attention for and awareness of anemia in adolescents in Karnataka, India: A qualitative study. PLOS ONE, 18(4), e0283631. doi: 10.1371/journal.pone.0283631 Kassebaum, N.J., Jasrasaria, R., Naghavi, M., et al. (2014). A Systematic Analysis of Global Anemia Burden from 1990 to 2010. Blood, 123, 615-624. https://doi.org/10.1182/blood- 2013-06-508325 Nuraeni, N., Hawa, N. I., Utari, D., & Parahyanti, E. (2023). Clean and healthy environmental behavior in terms of malnutrition and sanitation. Global Journal of Environmental Science and Management, 9(4). Riskesdas. (2018). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Khuzaiyah, S., Kristiyanti, R., & Susiatmi, S. A. (2021). Gambaran pengetahuan tentang stunting dan sikap ibu dalam mencegah stunting. Prosiding University Research Colloquium, 1043–1046 Rahmawati, T. (2023). Penyuluhan Kesehatan Anemia pada Remaja dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Mencegah Kejadian Anemia. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(1), 186–194. doi: 10.36565/jak.v5i1.499 Sari, P., Herawati, D. M. D., Dhamayanti, M., & Hilmanto, D. (2022). Anemia among Adolescent Girls in West Java, Indonesia: Related Factors and Consequences on the Quality of Life. Nutrients, 14(18), 3777. doi: 10.3390/nu14183777 Susanti, E. dan Kholisoh, N. Konstruksi Makna Kualitas Hidup Sehat (Studi Fenomenologi pada anggota Komunitas Herbalife Klub Hidup Sehat Ersanddi Jakarta). Jurnal Lugas. Vol. 2, No. 1, Juli 2018, PP. 1-12 p. WHO. (2021). Adolescent Health and Development. World Health Organization. Yani, D. I., Chua, J. Y. X., Wong, J. C. M., Pikkarainen, M., Goh, Y. S. S., & Shorey, S. (2025). Perceptions of Mental Health Challenges and Needs of Indonesian Adolescents: A Descriptive Qualitative Study. International Journal of Mental Health Nursing, 34(1), e13505. doi: 10.1111/inm.13505

