UPAYA MENCEGAH KEHILANGAN GIGI SEUMUR HIDUP MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN SCREENING KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PONDOK PESANTREN ASSALAM SURAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v8i1.11412Abstract
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang berpengaruh terhadap fungsi makan, bicara, estetika, dan kualitas hidup seseorang. Masalah kesehatan gigi seperti karies dan kehilangan gigi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama akibat rendahnya pengetahuan dan kesadaran menjaga kebersihan rongga mulut sejak usia dini. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi karies gigi pada seluruh kelompok umur di Indonesia, termasuk remaja sekolah mencapai 82,8 %, menunjukkan bahwa sebagian besar populasi pernah mengalami gigi berlubang, sedangkan hanya sebagian kecil yang menerima perawatan secara profesional. Kondisi tersebut mencerminkan potensi risiko tinggi kehilangan gigi sejak usia muda apabila tidak dilakukan upaya promotif dan preventif. Institusi pendidikan, termasuk pondok pesantren, memiliki peran strategis dalam mengubah pola perilaku kesehatan gigi melalui edukasi dan deteksi dini. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Assalam dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, dan perilaku santri dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mendeteksi awal masalah yang berpotensi menyebabkan kehilangan gigi. Program ini diharapkan menurunkan risiko karies, penyakit periodontal, dan kondisi lain yang dapat memicu kehilangan gigi seumur hidup. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pembagian materi kesehatan, pemberian pre-test dan post-test, serta skrining sederhana untuk mengidentifikasi adanya kasus yang memerlukan rujukan. Materi edukasi dan skrining dilakukan oleh mahasiswa profesi kedokteran gigi UMS. Santri yang membutuhkan perawatan lanjutan diarahkan untuk mengikuti program Free Dental Treatment di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri dalam rangkaian Bulan Kesehatan Gigi Nasional. Hasil evaluasi yang didapatkan menunjukkan bahwa 15 responden mengalami peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test, dan beberapa mahasiswa yang telah mendapat surat rujukan datang pada program Free Dental Treatment di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri untuk merawat giginya. Temuan ini mendukung efektivitas intervensi promotif dan preventif berbasis pendidikan dalam meningkatkan literasi kesehatan gigi di kalangan remaja.
Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Edukasi, Pencegahan Penyakit, Skrining Kesehatan, Santri

