Penerapan Jus Buah Naga dan Edukasi Pencegahan Kegawatdaruratan Reproduksi: Dismenorea pada Remaja Putri
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v8i1.11381Abstract
Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat penting baik individu maupun masyarakat karena berpengaruh pada siklus dan keberlangsungan kehidupan manusia. Salah satu fase awal dalam kehidupan remaja adalah masa pubertas, yang merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa (usia 10–19 tahun) dan ditandai dengan perubahan fisik dan psikis. Pada remaja putri, pubertas ditandai dengan menstruasi. Dismenorea atau nyeri haid adalah gejala yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan dianggap sebagai kegawatdaruratan reproduksi jika parah. Salah satu penanganan non-farmakologis untuk dismenorea adalah dengan mengonsumsi buah-buahan yang memiliki sifat anti-inflamasi, seperti jus buah naga. Minimnya informasi dan pengetahuan mengenai penanganan dismenorea dan pencegahan kegawatdaruratan reproduksi mempengaruhi persepsi remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam penanganan dismenorea menggunakan jus buah naga serta edukasi pencegahan kegawatdaruratan reproduksi, yang disampaikan melalui penyuluhan interaktif.
Kata kunci: Disminorea; jus buah naga; menstruasi; remaja

