PENDAMPINGAN UMKM DESA SIMONGAGROK DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v8i1.11370Abstract
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Simongagrok masih menghadapi keterbatasan literasi keuangan, khususnya dalam praktik pencampuran dana pribadi dan dana usaha yang berdampak pada lemahnya pengelolaan administrasi, terhambatnya akses pembiayaan formal, serta risiko terganggunya keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi finansial dan kemandirian pelaku UMKM melalui penerapan prinsip entitas ekonomi (Economic Entity Concept) sebagai landasan pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif berbasis praktik langsung (hands-on practice) melalui tahapan survei kondisi awal, sosialisasi urgensi pemisahan dana, serta pendampingan teknis penggunaan instrumen pencatatan keuangan. Inovasi program terletak pada penyediaan Template Pembukuan Keuangan UMKM Sederhana dalam bentuk cetak dan file digital yang disesuaikan dengan tingkat literasi digital mitra, serta integrasi sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS untuk mendukung digitalisasi transaksi. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan pola pikir mitra terhadap pentingnya pencatatan terpisah, disertai peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi arus kas dan mencatat pengambilan pribadi secara lebih tertib dan sistematis. Secara keseluruhan, penggunaan instrumen pembukuan praktis yang didukung digitalisasi pembayaran mampu membantu UMKM pedesaan dalam memenuhi kebutuhan administrasi serta menentukan laba rugi secara mandiri, sehingga diperlukan pendampingan lanjutan terutama dalam perhitungan harga pokok penjualan guna mengoptimalkan margin keuntungan usaha.

