INOVASI AGROFEEDTECH: TRANSFORMASI LIMBAH PERTANIAN MENJADI PAKAN TERNAK UNTUK KETAHANAN PANGAN
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v7i4.10957Abstract
Dusun Binangun, Desa Plintahan, memiliki potensi ketahanan pangan yang kuat didukung oleh kelompok tani produktif dan kepemilikan ternak rumah tangga (sapi dan kambing). Namun, keberlanjutan produktivitas ternak terhambat oleh ketergantungan pada pakan konvensional, mengabaikan potensi limbah pertanian (jerami, janggel, sekam) yang melimpah. Permasalahan ini sejalan dengan prioritas RPJMDes 2025–2027 untuk peningkatan swasembada pangan melalui pengelolaan limbah terintegrasi. Program Pengabdian Berdampak Berkelanjutan (PDB) ini bertujuan menjawab tantangan tersebut melalui diseminasi model AgroFeedTech, sebuah inovasi teknologi pangan dan manufaktur hijau yang menerapkan prinsip circular economy. AgroFeedTech mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak bergizi tinggi melalui teknologi fermentasi, hidrolisis, dan fortifikasi nutrisi, menciptakan produk yang efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan. Pendekatan triple helix (akademisi UMSIDA, komunitas/Jamaah Tani Muhammadiyah, dan Pemerintah Desa) digunakan untuk mengkolaborasikan kelompok tani sebagai penyedia bahan baku dan kelompok peternak sebagai pengguna akhir. Hasil program ini menunjukkan transformasi ekonomi rumah tangga berbasis circular economy melalui integrasi sistem pertanian dan peternakan. Implementasi AgroFeedTech tidak hanya berhasil dalam pengelolaan limbah dan pengurangan jejak karbon, tetapi juga secara strategis mendukung penguatan ketahanan pangan lokal, peningkatan pendapatan petani, serta kemandirian ekonomi Dusun Binangun, sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.

