PENERAPAN SENSORY CIRCUIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP REGULASI EMOSI PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH X
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v7i4.10830Abstract
Anak berkebutuhan khusus (ABK) sering menghadapi tantangan dalam mengatur emosi mereka, yang berdampak pada proses belajar dan interaksi sosial di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Sensory Circuit (SC) sebagai intervensi berbasis sensori dan meninjau pengaruhnya terhadap regulasi emosi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Penelitian dilakukan di salah satu sekolah inklusi di Jakarta selama empat bulan, bertepatan dengan masa magang penulis. Metode yang digunakan meliputi observasi, studi literatur, penyusunan buku saku panduan SC, serta evaluasi melalui wawancara dengan dua guru pendamping yang telah menerapkan SC selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SC memiliki potensi membantu anak menyiapkan diri secara emosional dan sensoris sebelum belajar, terutama dalam meningkatkan fokus, ketenangan, dan kesiapan menghadapi aktivitas akademik. Efektivitas SC bervariasi antar individu dan dipengaruhi oleh karakteristik anak, waktu pelaksanaan, serta kemampuan guru dalam menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan peserta didik. SC dinilai paling optimal bila diterapkan secara konsisten dan terintegrasi dalam program pembelajaran serta intervensi lain di lingkungan sekolah inklusi.

