PENGENALAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) TERNAK SERTA PENGOLAHAN DAGING PADA MASYARAKAT DESA PULOSARI, KECAMATAN BARENG, KABUPATEN JOMBANG
DOI:
https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v7i3.10573Abstract
Dewasa ini peternakan menjadi salah satu bidang yang menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia terlebih terdapat program unggulan yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintah saat ini merupakan program jangka panjang yang melibatkan berbagai macam sektor perekonomian baik dibidang industri, sosial budaya, pertanian, pariwisata, bahkan bidang peternakan itu sendiri. Pemerintah Indonesia melakukan banyak kegiatan – kegiatan percepatan guna dapat mewujudkan program kerja nasional baik berupa pelatihan – pelatihan tenaga profesional, pelatihan untuk peternak, penelitian terapan, teknologi aplikatif, seminar – seminar, hingga impor sapi dan susu guna mencantumkan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Kegiatan yang dilakukan pemerintah pada mewujudkan bukan tanpa hambatan, ditengah program percepatan tersebut untuk mendukung produksi dalam negeri Indonesia terdapat permasalahan non – teknis yaitu munculnya wabah penyakit yang menyerang mulut dan kuku ternak berkuku belah, atau biasa yang kita sebuh Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal tersebut menjadi permasalahan tersendiri bagi pemerintah, pelaku usaha, peternak hingga petugas medis dilapangan. Tujuan dilakukan program Pengabdian Masyarakat ini adalah media informasi dan sosialisasi kepada masyarakat peternak wilayah Kabupaten Jombang khususnya Desa Pulosari Kecamatan Bareng bahwa banyak faktor baik internal maupun eksternal yang dapat menyebabkan masifnya penularan penyakit PMK tersebut, baik bagi hewan rentan maupun hewan pembawa serta bagaimana mencegah hal – hal yang menjadi titik kritis penyebaran virus tersebut. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa sosialisasi dan penyuluhan dengan menitik beratkan faktor – faktor penyebab penularan penyakit tersebut serta pengetahuan bagaimana mencegah penyebaran penyakit tersebut. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi tahu bagaimana protokol pencegahan dan pelaporan jika terjadi wabah penyakit khususnya pada hewan ternak berkuku belah dan menanggulangi & menekan vektor – vektor penyebar penyakit PMK. Kesimpulan dari kegiatan ini merupakan kegiatan yang bermanfaat khususnya masyarakat Desa Pulosari Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang yang mayoritas penduduknya adalah bertani dan beternak, serta memberikan keyakinan bahwa daging hewan yang terdampak PMK masih sangat layak dikonsumsi dengan beberapa ketentuan – ketentuan.

