OPTIMASI BIOMASSA AWAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPOSISI PROKSIMAT Gracilaria verrucosa PADA BUDIDAYA SISTEM LONGLINE DI TAMBAK AIR PAYAU TROPIS
DOI:
https://doi.org/10.30587/tropicrops.v7i1.11564Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan biomassa awal terhadap komposisi proksimat (karbohidrat, protein, dan lemak) Gracilaria verrucosa yang dibudidayakan menggunakan metode longline di tambak air payau tropis. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2023 di tambak Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dengan masa pemeliharaan selama 42 hari. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan biomassa awal, yaitu A (100 g), B (150 g), C (200 g), dan D (250 g), masing-masing tiga ulangan. Analisis proksimat dilakukan menggunakan metode standar AOAC, sedangkan data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa awal berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap seluruh parameter proksimat yang diamati. Kandungan karbohidrat tertinggi diperoleh pada perlakuan C sebesar 37,6 ± 0,47%, diikuti D sebesar 36,1 ± 0,49%, B sebesar 34,9 ± 0,32%, dan A sebesar 32,1 ± 0,42%. Pola serupa juga terjadi pada protein, dimana perlakuan C menghasilkan nilai tertinggi sebesar 14,8 ± 0,39%, sedangkan A terendah sebesar 12,2 ± 0,32%. Kandungan lemak tertinggi juga diperoleh pada perlakuan C sebesar 1,51 ± 0,021%, dan terendah pada A sebesar 1,21 ± 0,044%. Hasil ini menunjukkan bahwa biomassa awal 200 g merupakan perlakuan optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara kepadatan tanam, ruang tumbuh, dan efisiensi penyerapan nutrien. Dengan demikian, pengaturan biomassa awal menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan nilai ekonomi G. verrucosa pada budidaya tambak air payau.