Interaksi Sosial dan Konflik antara Golongan dalam Masyarakat: Kajian Etis Akhlak dan Humanistik
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji interaksi sosial dan konflik antarkelompok dalam masyarakat yang beragam melalui perspektif etis, moral, dan humanistik. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana perbedaan identitas, nilai, dan kepentingan dapat memperkaya kehidupan sosial sekaligus memicu konflik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis teori-teori sosiologi klasik, literatur kontemporer, dan kerangka kerja humanistik. Sumber-sumber yang digunakan meliputi karya Marx dan Dahrendorf tentang konflik, Mead dan Blumer tentang interaksi simbolik, serta perspektif etis-humanistik dari Al-Ghazali, Maslow, dan Rogers.Temuan menunjukkan bahwa konflik di Indonesia, seperti perselisihan lokal di Luwu dan ketegangan berkepanjangan di Papua, bukan sekadar masalah struktural, tetapi juga tantangan moral. Komunikasi yang buruk, stereotip, dan kurangnya toleransi sering memperparah perpecahan. Namun, jika dipandu oleh prinsip-prinsip etika, nilai-nilai akhlak, dan pendekatan humanistik, konflik dapat diubah menjadi dialog konstruktif dan pembelajaran sosial. Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi teori konflik sosiologis dengan perspektif etika dan humanistik, yang menawarkan strategi resolusi yang komprehensif. Integrasi ini menyoroti bahwa konflik tidak hanya harus dipandang sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat solidaritas dan kohesi sosial.