Landasan Epistemologis Akal dan Wahyu dalam Islam: Analisis Istilah dalam Al-Qur’an

Main Article Content

Rizka Putri Auliya
Faidatul Maghfiroh
M Islahuddin

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas konsep akal dan wahyu dalam Islam, khususnya terkait pengertian serta istilah akal dan wahyu dalam Al-Qur’an. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana peran akal dan wahyu serta bagaimana hubungan keduanya dalam membantu manusia memahami ajaran Islam. Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan tafsir Al-Qur’an, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa akal merupakan kemampuan yang dimiliki manusia untuk berpikir, memahami, dan menilai sesuatu secara rasional yang tercermin dalam berbagai istilah dalam Al-Qur’an seperti ta‘qilun, ya‘qilun, Na'qil, Ya'qiluha. Sementara itu, wahyu berfungsi sebagai petunjuk utama dari Allah yang menjadi pedoman hidup manusia yang juga memiliki berbagai istilah seperti al-wahy, al-kitab, ad-dzikr, dan an-nur. Keduanya memiliki hubungan yang saling melengkapi, di mana akal digunakan untuk memahami wahyu, dan wahyu membimbing akal agar tidak menyimpang dari kebenaran dalam kehidupan sehari-hari dalam pengambilan Keputusan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rizka Putri Auliya, Faidatul Maghfiroh, & M Islahuddin. (2026). Landasan Epistemologis Akal dan Wahyu dalam Islam: Analisis Istilah dalam Al-Qur’an. Journal Islamic Studies of Muhammadiyah, 1(2), 47–55. https://doi.org/10.30587/jism.v1i2.11507
Section
Articles