Efektivitas Relaksasi Napas dalam Terhadap Penurunan Kecemasan pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus Tipe II di Desa Parangjoro
DOI:
https://doi.org/10.30587/ijpn.v7i1.11559Abstract
Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisiologis, tetapi juga psikologis seperti kecemasan yang dapat memperburuk kontrol glukosa darah. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi napas dalam terhadap penurunan kecemasan pada lansia dengan diabetes melitus tipe II di Desa Parangjoro. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design,relaksasi napas dalam dilakukan 15 menit, diulang sampai 3 kali dalam satu kali intervensi. Sampel penelitian sebanyak 19 lansia yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar lansia mengalami cemas berat (52,6%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar mengalami cemas ringan (78,9%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh relaksasi napas dalam terhadap penurunan kecemasan pada lansia dengan diabetes melitus tipe II dengan p value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan relaksasi napas dalam terhadap penurunan kecemasan pada lansia dengan diabetes melitus tipe II di Desa Parangjoro. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan efektif dalam mengelola kecemasan pada lansia dengan penyakit kronis.
Downloads
References
American Diabetes Association. (2022). Standards of Medical Care in Diabetes—2022. Diabetes Care, 45(Suppl.1), S1–S264.
Damayanti, N. K., Sucipta, I. D., & Erwanto, R. (2020). Gula Darah dan Metabolisme Karbohidrat. Jurnal Kesehatan, 12(2), 45–52.
Dewi, M. M., Apriza, A., & Kusumawati, N. (2024). Hubungan Pengetahuan, Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1), 1313–1319.
Fahmi, R., Andriani, N., & Pratama, A. (2020). Metabolisme Karbohidrat dan Pengaturan Glukosa Darah. Jurnal Biomedik, 8(1), 67–74.
Hasanah, N., & Pratama, I. (2022). Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(1), 23–31.
Iriyanti, T. (2018). Kecemasan: Konsep dan Penanganannya. Jurnal Psikologi Klinis, 6(2), 55–64.
Karina, D., & Widiani, R. (2020). Ansietas pada Pasien Diabetes Mellitus: Prevalensi dan Faktor Risiko. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 8(1), 12–20.
Kholidiyah, N. (2023). Relaksasi Pernapasan dalam sebagai Terapi Nonfarmakologis pada Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Keperawatan Holistik, 17(2), 89–97.
Lestari, A., Handayani, F., & Putra, D. (2024). Dampak Kecemasan terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan Indonesia, 27(1), 45–53.
Munir, M. (2021). Efektivitas Relaksasi Napas Dalam terhadap Penurunan Nyeri dan Kecemasan Pasien. Jurnal Ilmiah
Putri, A., Nugroho, H., & Setiawan, B. (2022). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecemasan pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 78–85.
Rahmawati, E., Wulandari, S., & Ananda, R. (2021). Dukungan Keluarga dan Tingkat Kecemasan pada Pasien Penyakit
Santoso, H., & Yuliani, D. (2023). Hubungan Stressor Psikologis dengan Kecemasan pada Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Kronis. Jurnal Psikologi Kesehatan, 9(2), 34–42.
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721–2731.
Yunalia, R., Pratiwi, A., & Sari, D. (2021). Ansietas: Tanda, Gejala, dan Penanganannya. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 10(2), 87–95.








