ANALISIS TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP JARING TARIK (BEACH SEINE) DI PANTAI BELLE KECAMATAN ADONARA TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR
Keywords:
CCRF, Flores Timur, Jaring tarik, Pantai belleAbstract
Keberlanjutan sumber daya perikanan dipengaruhi oleh penggunaan alat tangkap yang selektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jaring tarik (beach seine) dengan ukuran mata jaring 1,5 inci dan 0,7 inci berdasarkan sembilan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) di Pantai Belle, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2026 menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan mixed methods. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap lima nelayan, dokumentasi, serta pengukuran konstruksi alat tangkap dan hasil tangkapan. Analisis dilakukan menggunakan metode skoring berdasarkan sembilan kriteria CCRF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring tarik ukuran mata jaring 1,5 inci memiliki tingkat selektivitas lebih baik dibandingkan ukuran 0,7 inci karena lebih dominan menangkap ikan target dan menghasilkan tangkapan sampingan (bycatch) yang lebih sedikit. Penilaian CCRF menunjukkan jaring ukuran 1,5 inci memperoleh skor 29, sedangkan ukuran 0,7 inci memperoleh skor 28,5. Kedua ukuran mata jaring termasuk kategori sangat ramah lingkungan, namun lebih direkomendasikan penggunaan ukuran 1,5 inci karena lebih mendukung pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Patisari Aukoli, Susy Herwaty, Lutfiah Usman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








