Peningkatan Kompetensi Technopreneurship Siswa SMKN 1 Cerme Gresik Melalui Pelatihan Pembuatan Bioplastik Amylum cassava Metode Sedimentasi
DOI:
https://doi.org/10.30587/ijcdh.v7i1.11836Keywords:
Bioplastik, Gliserin, Pati Singkong, SedimentasiAbstract
Permasalahan limbah plastik konvensional yang sulit terurai mendorong perlunya pengenalan material ramah lingkungan kepada generasi muda melalui kegiatan edukatif dan aplikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi technopreneurship siswa SMKN 1 Cerme Gresik melalui pelatihan pembuatan bioplastik berbahan dasar pati singkong (Amylum cassava) menggunakan metode sedimentasi. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Gresik pada tanggal 25 April 2026 dengan melibatkan 24 siswa. Metode yang digunakan meliputi pre-test, ceramah, presentasi, praktikum pembuatan bioplastik, post-test, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup konsep bioplastik, bahan baku, proses pembuatan, keunggulan dibandingkan plastik konvensional, serta peluang pengembangan produk berbasis teknologi hijau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pengetahuan awal yang baik mengenai bioplastik dan mengalami peningkatan pemahaman serta keterampilan praktis dalam proses pembuatannya, ditunjukkan pada hasil pre-test 81,82% menjadi 91% saat post-test dengan rentang nilai 90-100. Selain itu, pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan dan menumbuhkan jiwa technopreneurship melalui pengenalan potensi pengembangan produk bioplastik berbasis sumber daya lokal yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran aplikatif yang mendukung pengembangan kompetensi siswa di bidang teknologi ramah lingkungan, inovasi produk, dan kewirausahaan berkelanjutan.
Downloads
References
[1] A. Amilia, M. Maryudi, A. Rahayu, D. C. Hakika, and S. S. Suradi, ‘Application of Cellulose Acetate Propionate Biopolymer Membrane in The Treatment of Textile Wastewater Containing Remazol Dye’, Jurnal Bahan Alam Terbarukan, vol. 13, no. 1, pp. 82–89, Jun. 2024, doi: 10.15294/jbat.v13i1.50294.
[2] W. Widiharti, D. J. E. Sari, E. Suminar, D. A. Lita, and K. N. Nabilasari, ‘Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Metode Komposting di Desa Tumapel’, Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH), vol. 4, no. 2, pp. 45–49, Jun. 2024, doi: 10.30587/ijcdh.v4i2.7813.
[3] M. Jabeen, K. Tarıq, and S. U. Hussain, ‘Bioplastic an Alternative to Plastic in Modern World: A Systemized Review’, Environmental Research and Technology, vol. 7, no. 4, pp. 614–625, Dec. 2024, doi: 10.35208/ert.1467590.
[4] M. Maryudi, D. C. Hakika, and A. Amillia, ‘Morphology and Selected Properties of Cellulose Acetate Membranes for Environmental Applications’, Polimery, vol. 69, no. 5, pp. 292–299, Jul. 2024, doi: 10.14314/polimery.2024.5.2.
[5] W. K. Yudha, S. H. Putri, and A. Widyasanti, ‘Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.) pada Edible Film Pati Singkong terhadap Aktivitas Antibakteri’, Jurnal Teknotan, vol. 18, no. 1, pp. 55–64, Apr. 2024, doi: 10.24198/jt.vol18n1.7.
[6] N. Asriani, A. N. Asikin, I. Irawan, I. Kusumaningrum, and B. F. Pamungkas, ‘Penambahan Campuran Plasticizer Gliserol dan Sorbitol terhadap Karakteristik Edible Film Karagenan’, J. Mar. Res., vol. 14, no. 1, pp. 45–53, Feb. 2025, doi: 10.14710/jmr.v14i1.35481.
[7] A. A. Quinn, H. Myrans, and R. M. Gleadow, ‘Cyanide Content of Cassava Food Products Available in Australia’, Foods, vol. 11, no. 10, p. 1384, May 2022, doi: 10.3390/foods11101384.
[8] W. G. Adebayo, ‘Cassava Production in Africa: A Panel Analysis of The Drivers and Trends’, Heliyon, vol. 9, no. 9, p. 19939, Sep. 2023, doi: 10.1016/j.heliyon.2023.e19939.
[9] A. F. Chamorro, M. Palencia, and T. A. Lerma, ‘Physicochemical Characterization and Properties of Cassava Starch: A Review’, Polymers (Basel)., vol. 17, no. 12, p. 1663, Jun. 2025, doi: 10.3390/polym17121663.
[10] S. Khodijah and J. M. L. Tobing, ‘Tinjauan Plastik Biodegradable dari Limbah Tanaman Pangan sebagai Kantong Plastik Mudah Terurai’, Teknotan, vol. 17, no. 1, p. 21, Apr. 2023, doi: 10.24198/jt.vol17n1.3.
[11] N. Nurfatihayati, C. D. Alfarisi, D. Drastinawati, and A. S. Mahendra, ‘Pengaruh Gliserin dan Asam Asetat pada Pembuatan Bioplastik dari Tepung Tapioka dan Maizena’, Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering Science, vol. 4, no. 1, pp. 1–6, Mar. 2023, doi: 10.31258/jbchees.4.1.1-6.
[12] Y. Yudi, I. Syahbanu, and N. Wahyuni, ‘Cassava-Based Bioplastic as A Carrier Medium for Slow-Release Fertilizer’, Walisongo Journal of Chemistry, vol. 8, no. 2, pp. 204–217, Dec. 2025, doi: 10.21580/wjc.v8i2.23718.
[13] S. R. Dewi, A. Widyasanti, and S. H. Putri, ‘Pengaruh Konsentrasi Pati Singkong Terhadap Karakteristik Edible Film Berbahan Pati Singkong dengan Penambahan Ekstrak Daun Belimbing Wuluh’, Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, vol. 11, no. 2, pp. 158–167, Aug. 2023, doi: 10.21776/ub.jkptb.2023.011.02.05.
[14] N. Shelvi, S. Nafita, N. Nurlin, and R. Hidayatullah, ‘Tensile Strenght dan Elongation at Break Edible Film Pati Singkong dengan Variasi Bahan Tambahan’, Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, vol. 3, no. 4, pp. 2847–2851, May 2025, doi: 10.31004/jerkin.v3i4.871.