ANALISIS FAKTOR PENENTU KETAHANAN PANGAN PADA BALITA STUNTING DI KOTA PALU
DOI:
https://doi.org/10.30587/ghidzamediajurnal.v6i2.10728Keywords:
Ketahanan Pangan, Pangan Pekarangan, Penghasilan Keluarga Subsidi, StuntingAbstract
Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, termasuk di Kota Palu yang memiliki dua wilayah dengan prevalensi tertinggi. Ketahanan pangan rumah tangga diduga menjadi faktor penting dalam memengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penghasilan keluarga, pangan dari pekarangan, dan subsidi/bantuan sosial terhadap ketahanan pangan rumah tangga balita stunting. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 100 rumah tangga dengan balita stunting di wilayah dengan prevalensi tertinggi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup variabel sosiodemografi, penghasilan, pangan pekarangan, subsidi, dan status ketahanan pangan yang diukur menggunakan Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecukupan penghasilan (χ²=20,650; p=0,000), pangan dari pekarangan (χ²=7,018; p=0,030), dan subsidi/bansos (χ²=14,731; p=0,002) berhubungan signifikan dengan ketahanan pangan rumah tangga. Faktor harga pangan, kenaikan harga, dan kepemilikan ternak tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah penghasilan, kemandirian pangan, dan intervensi subsidi merupakan faktor penting dalam ketahanan pangan rumah tangga balita stunting. Intervensi percepatan penurunan stunting sebaiknya menitikberatkan pada peningkatan pendapatan keluarga, optimalisasi pemanfaatan pekarangan, serta penguatan sistem distribusi subsidi agar lebih tepat sasaran.
Downloads
Published
Versions
- 2025-10-21 (2)
- 2025-10-20 (1)